Bima Arya Positif Corona

Pesan Bima Arya Bagi yang Ingin Keluar Rumah : Ketika Terpapar, yang Anda Impikan Kembali ke Rumah

Bima Arya menjalani perawatan selama 22 hari di ruang isolasi setelah dikonfirmasi positif terpapar virus Covid-19 atau Corona.

Editor: Ardhi Sanjaya
Istimewa
Wali Kota Bogor Bima Arya menceritakan kondisi terkininya melalui video yang direkam di rumah sakit dan dirilis oleh Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Minggu (5/4/2020). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya akhirnya diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di RSUD Kota Bogor pada Sabtu (11/4/2020).

Bima Arya menjalani perawatan selama 22 hari di ruang isolasi setelah dikonfirmasi positif terpapar virus Covid-19 atau Corona.

Bima pun menceritakan pengalamannya dirawat selama hampir satu bulan di ruang isolasi.

Hal ini ia sampaikan dalam teleconference bersama sejumlah wartawan, Senin (13/4/2020).

 

 

 

 

Ia mengatakan jika gejala awal yang ia rasakan mirip dengan gejala Demam Berdarah (DB).

"Jadi hari Senin saya mendarat dari Turki, hari Selasa diswab dan Hari Kamis positif. Ketika dinyatakan positif gejala yang saya rasakan seperti DB rasanya mual lemas kehilangan nafsu makan tapi ada tambahan gejala tambahan," ucap Bima.

Gejala tambahan yang ia rasakan adalah batuk kecil seperti flu.

Kemudian pada sorenya,  dirinya dihubungi oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk menyatakan hasil uji swab Bima yang positif.

"Saat itu menjelang Magrib firasat saya sudah tidak enak. Saya panggil istri saya ke kamar, saya jelaskan, tapi tetap jaraknya jauh. Saya jelaskan saya positif. Yang lain negatif, saya panggil juga dua anak saya., Keduanya nangis dan yang paling mengharukan dan tidak saya lupakan. Kianura berdiri dan berkata Ayah can i hug you. Saya bilang nggak boleh, itu yang paling tidak bisa saya lupakan," jelasnya

Saat pulang dari Turki, dia sempat melakukan aktivitas dua hari di rumah dinas.

Seperti conferense pers dan rapat tele conference.

Ia tak tahu pasti dimana dirinya tertular, namun dia memperkirakan tertular saat berada di pesawat atau bandara.

"Jadi yang dinyatakan positif adalah saya dan Ara pejabat pemkot tapi istri saya tidak, rombongan lain juga negatif. Ara yang positif itu intensitas berinteraksinya lebih tinggi daripada mereka dengan saya," kata Bima.

Menurut Bima, staf Pemkot Bogor tersebut selama di Turki sempat dipijat oleh aktivis PPI di Turki namun mereka semua tidak ada yang terpapar covid-19.

Mereka juga terus dimonitor setelah kejadian itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved