Edhy Prabowo Beberkan Lonjakan Pencurian Ikan di Tengah Corona, Susi Pudjiastuti: Tenggelamkan!

Susi Pudjiastuti menyebut, penenggelaman kapal pencuri ikan merupakan cara yang hemat energi dan memberikan efek jera.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Soewidia Henaldi
Kolase Tribunnews.com
Susi Pudjiastuti akhirnya buka suara soal digantinya jabatan Menteri KKP dengan Edhy Prabowo 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menanggapi banyaknya pencurian ikan di masa pandemi virus corona.

Menurut Susi Pudjiastuti, para pelaku pencurian ikan itu harus ditenggelamkan dan diberi efek jera.

Hal itu disampaikan Susi Pudjiastuti sambil mengomentari artikel berita di Twitter soal melonjaknya pencurian ikan di tengan wabah virus corona ini.

Susi Pudjiastuti pun langsung mengomentari artikel itu dan menyarankan agar pelakunya ditenggelamkan dan diberi efek jera.

Konsep penenggelaman kapal pencuri ikan ini memang kerap dilakukan saat Susi Pudjiastuti masih menjabat.

Sehingga slogan 'tenggelamkan' sudah jadi ciri khas Susi Pudjiastuti.

Ia kerap kali meminta masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi ikan.

Jika tidak makan ikan, maka ia akan mengeluarkan slogan tenggelamkan itu akan ia keluarkan.

Bahkan saat dirinya sudah tak jadi menteri pun, masih banyak warga yang melapor sudah makan ikan.

Berbagai laporan itu masih terus direspon oleh Susi Pudjiastuti agar semakin banyak warga yang mengonsumsi ikan.

Keluarga Ashanty Jalani Rapid Test Covid-19, Perlihatkan Hasil Tes Corona : Benar Atau Enggak Ya ?

Masih Jadi Pertanyaan soal Asal Mula Virus Corona, China Kini Perketat Publikasi Penelitian

Pun saat banyak pelaku pencurian ikan seperti sekarang ini, ia meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Edhi Prabowo untuk menenggelamkan pelakunya.

Hal itu disampaikan Susi Pudjiastuti melalui akun Twitter-nya @susipudjiastuti, Selasa (14/4/2020).

Ia mengomentari artikel berita berjudul 'Menteri Edhy Ungkap Lonjakan Pencurian Ikan di Tengah Corona'.

"TENGGELAMKAN !!!!

Hemat energy & efek jera!," tulis Susi Pudjiastuti.

Ia juga mengomentari hal yang sama pada artikel berikutnya.

Yakni adanya kapal asal Malaysia yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Artikel itu berjudul 'Malaysia Makin Giat Curi Ikan dari Laut Indonesia di Tengah Corona'.

Susi Pudjiastuti pun menyarankan agar kapal tersebut ditenggelamkan.

Ini Daftar Lokasi Razia Kendaraan Selama PSBB di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi

Cerita Bripka Jerry Dihubungi Kapolri Usai Makamkan Jenazah Pasien Corona, Dapat Penghargaan Ini

"TENGGELAMKAN kapalnya!!!!!!!!!!

Malaysia Makin Giat Curi Ikan dari Laut Indonesia di Tengah Corona," tegasnya.

Dilansir dari Kompas.com, para pelaku illegal fishing terus beroperasi meski dunia sedang sibuk akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Work from home (WFH) tak ada di kamus para maling ikan.

Buktinya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) kembali menangkap 3 kapal asing ilegal asal Malaysia.

Penangkapan 3 Kapal Ikan Asing (KIA) ilegal asal Malaysia ini hanya berselang 24 jam sejak penangkapan 5 KIA di Laut Natuna Utara dan Laut Sulawesi.

”Kami mengkonfirmasi penangkapan yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan KKP terhadap tiga KIA ilegal berbendera Malaysia pada hari Minggu (12/4) di WPP-NRI 571-Selat Malaka”, kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dalam keterangannya, Senin (13/4/2020).

Edhy menjelaskan, penangkapan tersebut dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 03 yang dinakhodai oleh Capt. Ardiansyah dan Kapal Pengawas Perikanan Hiu 04 yang dinakhodai oleh Capt. Rusdianto.

KP. Hiu 03 berhasil melumpuhkan KM. SLFA 4429 pada posisi koordinat 03º 21.996’ LU dan 100º 21.530’ BT dan KM.

SLFA 2030 pada posisi koordinat 03º 23.598’ LU dan 100º 21.260’ BT. Sedangkan KM. PK.3853 F dilumpuhkan oleh KP. Hiu 04 pada posisi koordinat 03º 23.426 LU - 100º 30.303 BT.

Polri Tegas, Warga yang Tolak Jenazah Covid-19 Bakal Dijerat Pasal Belapis

Begini Cara Tepat Pakai Sarung Tangan saat Naik Motor di Masa PSBB, Tak Bisa Sembarangan

”Ketiga kapal berbendera Malaysia tersebut melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perikanan sebagaimana ketentuan. Selain itu kapal-kapal tersebut juga mengoperasikan alat penangkapan ikan trawl”, ungkap Edhy.

Bersama tiga KIA ilegal tersebut, Kapal Pengawas Perikanan KKP juga mengamankan 14 awak kapal yang seluruhnya berkewarganegaraan Myanmar.

Untuk proses hukum lebih lanjut, ketiga kapal perikanan selanjutnya akan di-ad hoc ke Pangkalan PSDKP Batam.

Edhy memastikan penangkapan yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) on Common Guideline antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia.

Adapun rentetan penangkapan 19 KIA ilegal dalam kurun waktu 1,5 bulan terakhir di masa tanggap darurat pandemi Covid-19 ini menggambarkan KKP konsisten dalam melindungi sumber daya di Laut Indonesia.

”Kami sama sekali tidak mengurangi intensitas operasi pengawasan di laut, ini komitmen dan konsistensi KKP bahwa sumber daya kelautan dan perikanan harus kita lindungi dalam kondisi apapun," ungkap Edhy.

Penangkapan 3 KIA berbendera Malaysia tersebut menambah deretan kapal ikan ilegal yang berhasil diamankan.

Hingga kini, KKP telah menangkap 27 KIA ilegal selama hampir setengah tahun.

Sebanyak 27 KIA ilegal tersebut terdiri dari 12 kapal berbendera Vietnam, 7 kapal berbendera Filipina dan 8 kapal berbendera Malaysia.

Tingkatkan kewaspadaan Tertangkapnya 19 KIA ilegal dalam 1,5 bulan terakhir menunjukkan tren peningkatan kegiatan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia selama pandemi virus corona.

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Pusat Pengendalian (PUSDAL) KKP, ada kecenderungan para pelaku illegal fishing memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk melancarkan aksi-aksi pencurian ikan.

Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan jumlah kapal perikanan asing yang beroperasi di sekitar wilayah perbatasan Indonesia.

Hal ini membuat KKP harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, meski dalam masa pandemi.

”Di sinilah kesiap siagaan kami menjaga laut Indonesia teruji. Hal ini seharusnya menjadi warning bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan. Kami meyakini di tengah upaya penanganan pandemi Covid-19 ini, ada potensi kerawanan yang bisa dimanfaatkan oleh para pencuri ikan," pungkas Edhy. (TribunnewsBogor.com/Kompas.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved