Teror Virus Corona

Jokowi Ingin Tes PCR Covid-19 Diperluas : Sehari Paling Tidak Lebih dari 10 Ribu Pemeriksaan

Jokowi meminta agar tes virus corona (Covid-19) melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR) diperluas jangkauannya ke masyarakat.

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo melakukan sesi wawancara bersama Tribunnews.com di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi memaparkan mengenai visi pemerintahannya dalam 5 tahun ke depan kepada tim Tribunnews.com. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) meminta agar tes virus corona ( Covid-19 ) melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR) diperluas jangkauannya ke masyarakat.

Presiden menyebutkan, upaya itu dilakukan untuk mengurangi tumpukan pemeriksaan sampel di laboratorium.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait Laporan Gugus Tugas Covid-19 melalui sambungan siaran langsung YouTube Sekretariat Kabinet, Senin (13/4/2020).

 "Saya ingin menyampaikan beberapa hal, yang pertama saya ingin tes PCR ini betul-betul bisa diperluas jangkauannya dan mengurangi tumpukan pemeriksaan sampel terutama di daerah epicentrum," kata Jokowi.

Jokowi juga mengatakan, dirinya menerima laporan jumlah laboratorium yang sudah bertambah dalam proses pemeriksaan spesimen sampel virus corona. Ia mendapat laporan bahwa ada 29 tempat dari 78 yang dipersiapkan untuk uji spesimen.

Presiden pun berharap ada penigkatan jumlah pemeriksaan setiap harinya mencapai 10 ribu orang.

"Tes PCR sampai hari ini sudah menjangkau 26.500 tes, ini juga lompatan yang baik," ucap Jokowi, "tetapi saya ingin agar setiap hari paling tidak kita bisa men-tes lebih dari 10 ribu," jelasnya.

Gunakan Telemidicine

Jokowi juga mengingatkan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengenai Manajemen Penanganan Pasien. Presiden Ingin pengaturan penanganan pasien berjalan sebaik mungkin.

Link Live Streaming Belajar di Rumah TVRI, Catat Jadwal Belajar dari Rumah Selasa 14 April 2020

Ibu Syok saat Intip Anaknya di Kamar Mandi Usai Pulang dari Pasar, Curiga Gara-gara Dengar Dering HP

Menurut Presiden, pasien Corona yang dalam kondisi sakit ringan-sedang bisa di bawa ke RS Darurat Wisma Atlet. Bahkan mereka yang tidak membutuhkan penanganan intensif bisa dirawat di rumah.

"Ini semua RS harus tahu, kemudian yang perlu penanganan intensif bisa dibawa ke RS yang ada, dan kalau yang tidak perlu penanganan intensif bisa dirawat di rumah dengan isolasi mandiri," katanya.

Selain itu, menurut Presiden, masyarakat saat ini bisa memanfaatkan Telemedicine. Dengan pengobatan jarak jauh melalui aplikasi, akan
mengurangi resiko pada tenaga medis tertular penyakit.

"kita memiliki RS tanpa dinding, telemedicine. ini akan sangat bagus kalau ini bisa disampaikan. Ini saya kira bedanya kita dengan negara lain. Tidak semua orang harus ke dokter atau ke RS atau ke Puskesmas tapi bisa lewat telemedicine sehingga mengurangi risiko pada tenaga medis," pungkasnya.

Bansos Diimplementasikan

Terkait bantuan sosial, Jokowi menginstruksikan jajaran menterinya untuk segera mengimplementasikan kebijakan pengurangan dampak ekonomi Pandemi Corona. Baik itu Program bantuan sosial (Bansos) maupun Jaring Pengaman Sosial (Social safety net).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved