Breaking News:

Bertahan di Tengah Covid-19, Kebun Binatang Potong Rusa Hingga Bebek untuk Makan Harimau dan Singa

Sebab, pengelola tidak mendapatkan pemasukan dari pengunjung yang datang ke tempat wisata itu.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Singa Putih di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kebun Binatang harus mencari cara bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Sebab, pengelola tidak mendapatkan pemasukan dari pengunjung yang datang ke tempat wisata itu.

Padahal terdapat biaya perawatan dan kebutuhan pakan satwa setiap harinya.

Semisal, Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua yang terletak di Kabupaten Bogor.

Pengeloka TSI mengaku sedang kesulitan dana untuk pakan dan perawatan satwa.

Pengelola terpaksa merumahkan sementara sebagian karyawannya hingga kondisi kembali stabil dari wabah virus corona.

"Karyawan honorer yang dirumahkan," kata Humas TSI Bogor, Yulius Suprihardo, Senin (4/5/2020).

Namun ia menegaskan, hingga saat ini mereka yang dirumahkan masih berstatus karyawan.

Sehingga tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan pihak TSI Bogor.

"Artinya, para honorer tersebut akan dipekerjakan lagi jika situasi dan kondisi telah kembali normal," ujar Yulius.

Rosalinda (22), keeper atau pawang harimau di Taman Safari Bogor, Cisarua, Kabupaten Bogor.
Rosalinda (22), keeper atau pawang harimau di Taman Safari Bogor, Cisarua, Kabupaten Bogor. (TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah)
Halaman
1234
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved