PSBB di Bogor

Tak Mau Ada Kelonggaran, Transportasi di Bogor Kemungkinan Tetap Dibatasi Selama PSBB

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwan transportasi di Kabupaten Bogor ingin tetap dibatasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bupati Bogor Ade Yasin saat meninjau check point dan melakukan simulasi PSBB di Simpang Pasar Cibinong (fly over), Kabupaten Bogor, Selasa (14/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwan transportasi di Kabupaten Bogor ingin tetap dibatasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ).

Ade menjelaskan bahwa keputusan ini dipilih atas persetujuan bersama di 5 daerah penyangga ibu kota yakni Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Bekasi dan Depok (Bodebek).

Keputusan ini dikeluarkan dalam rapat melalui video konferensi antar 5 kepala daerah yang juga diikuti Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat, Jumat (8/5/2020).

"Tadi kami sampaikan bahwa 5 kepala daerah ini tetap konsisten ingin ada pembatasan di beberapa moda transportasi," kata Ade Yasin kepada wartawan.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya meminta dukungan Gubernur DKI Jakarta atas keinginan pembatasan transportasi demi mencegah penularan virus corona atau Covid-19 ini.

"Mudah-mudahan ketika gubernur yang menyampaikan surat atau pun dorongan untuk moda transportasi seperti KRL ya ini menambah kuat kami untuk mendorong agar diperhatikan," ungkap Ade Yasin.

Ade juga mengatakan bahwa pada Senin (11/5/2020) mendatang pihaknya rencananya akan melakukan tes swab virus corona di Stasiun Bojonggede dan juga di beberapa perusahaan yang ada di wilayah zona merah corona Kabupaten Bogor.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved