Breaking News:

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Menko PMK Bilang Tak Ada Pilihan

Kenaikan iuran BPJS ini, kata dia akan dievaluasi sebelum mulai diberlakukan pada Juli 2020 mendatang.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan peninjauan penyaluran bantuan sosial di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jumat (15/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta kepada masyarakat untuk bersabar terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akan dilakukan pemerintah.

Kenaikan iuran BPJS ini, kata dia akan dievaluasi sebelum mulai diberlakukan pada Juli 2020 mendatang.

"Kenaikan BPJS kan nanti itu masih Juli kan itu berlakunya. Sabar, nanti kita evaluasi dulu. Masih ada waktu untuk diadakan evaluasi," kata Muhadjir Effendy saat ditemui wartawan di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jumat (15/5/2020).

Selain itu, Muhadjir menilai bahwa keputusan pemerintah menaikan iuran BPJS di tengah pandemi corona (Covid-19) ini memang pilihan yang sulit.

Namun, kata dia, ketika iuran BPJS sudah tak bisa lagi dijadikan lagi sebagai standar pelayanan, maka terpaksa harus disesuaikan dengan cara menaikan tarif iurannya.

"Pilihannya memang sulit ya. Ingat ya, BPJS itu dananya dari iuran peserta, bukan dari pemerintah, kalau pemerintah itu mensubsidi, memberikan bantuan. Karena itu berasal dari iuran, maka ya ketika iurannya sudah tidak mungkin lagi dijadikan dasar untuk membuat standar pelayanan kesehatan minimum, ya terpaksa harus disesuaikan. Ini masalahnya di situ," ungkap Muhadjir Effendy.

Sebelumnya, kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini sempat diberlakukan namun kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA) dan akan kembali dinaikan pada Juli 2020 mendatang.

Muhadjir mengatakan bahwa selisih iuran peserta BPJS akibat pembatalan kenaikan sebelumnya ini akan dibayarkan ke iuran bulan berikutnya.

"Jadi kalau yang kemarin sudah terlanjur membayar lebih, itu akan digunakan untuk membayar bulan berikutnya, otomatis itu," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved