Breaking News:

Menko PMK Serahkan Bansos

Menko PMK Minta Coret Warga yang Mampu dari DTKS

Jika ada warga yang tergolong mampu namun masuk DTKS, Muhadjir meminta untuk mencoret atau mengeluarkannya dari DTKS.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan peninjauan penyaluran bantuan sosial di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jumat (15/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ( DTKS ) diperuntukan untuk orang-orang yang tak mampu.

Jika ada warga yang tergolong mampu namun masuk DTKS, Muhadjir meminta untuk mencoret atau mengeluarkannya dari DTKS.

"Mereka yang sebetulnya sudah mampu, walaupun sudah ada di dalam DTKS sebaiknya nanti dikeluarkan, diganti dengan yang sangat membutuhkan," kata Muhadjir Effendy di Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jumat (15/5/2020).

Dapati Warga Gunungputri Tinggal di Rumah Bilik Tapi Belum Dapat Bantuan, Ini Reaksi Menko PMK

Belanja Kebutuhan Pokok di Pasar Tani Pakai Gojek, Gratis Ongkos Kirim

Hal ini juga dia disampaikan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor saat peninjauan penyaluran bantuan sosial di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunungputri.

Dia meminta agar warga yang benar-benar membutuhkan dimasukan dalam DTKS.

"Sehingga dia akan menjadi penerima tetap nanti. Setelah Covid-19 selesai, dia akan mendapat bantuan entah itu dalam bentuk PKH (Program Keluarga Harapan) atau BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai)," kata Muhadjir Effendy.

Diketahui, DTKS merupakan warga miskin atau miskin lama sedangkan Non DTKS adalah kategori warga miskin baru seperti warga yang terdampak virus corona.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved