Teror Virus Corona

Pasar Ramai Jelang Idul Fitri, Jokowi Tak Mempersoalkan, Asalkan Protokol Kesehatan Dijalankan

Jokowi tidak mempersoalkan keramaian di pasar jelang Idul Fitri 1441 H selama dilakukan proktokol kesehatan.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wali Kota Bogor Bima Arya bubarkan kerumunan massa di Pasar Kebon Kembang (Pasar Anyar), Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (17/5/2020). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ramainya pasar jelang Idul Fitri 1441 H saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) rupanya turut diamati Presiden Jokowi.

Padahal, PSBB masih diterapkan untuk pencegahan virus corona yang menyebabkan Covid-19.

"Saya melihat pasar-pasar tradisional saat ini mulai ramai karena banyak masyarakat yang belanja dalam rangka persiapan Hari Raya," kata Jokowi dalam rapat kabinet terbatas lewat video conference, Selasa (19/5/2020).

Jokowi pun tak mempermasalahkan keramaian di pasar tersebut selama diterapkan prosedur yang ketat untuk pencegahan Covid-19.

"Saya ingin ini dipastikan ada pengaturan jarak yang baik, pakai masker, petugas di lapangan betul-betul bertugas untuk mengingatkan mengenai protokol kesehatan secara terus-menerus," kata Jokowi.

Jokowi Sampaikan Terimakasih ke MUI dan Semua Ormas Islam

3 Perusahaan di Jakarta Dikenakan Sanksi Denda Hingga Rp 60 Juta Akibat Langgar PSSB

Jokowi mengingatkan kunci keberhasilan dari pengendalian penyebaran Covid-19 ini adalah kedisiplinan semua pihak.

Kemudian, masyarakat diminta disiplin untuk mencuci tangan, menjaga jarak yang aman, memakai masker, dan menghindari kerumunan dan keramaian atau konsentrasi massa.

"Saya minta protokol kesehatan betul-betul dipastikan di lapangan, terutama menjelang Idul Fitri dan pada saat nanti Idul Fitri," kata dia.

Batasi Akses ke Pasar Anyar Bogor, Dishub Tutup Jalan MA Salmun

Jokowi sebelumnya memang sempat meminta masyarakat untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.

Sebab, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan terdapat potensi bahwa virus ini tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat.

PKL yang Jualan di Badan Jalan Dewi Sartika Ternyata Pemilik Kios di Pasar Kebon Kembang

"Informasi terakhir dari WHO yang saya terima bahwa meskipun kurvanya sudah agak melandai atau nanti menjadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya kita harus berdampingan hidup dengan Covid," kata Jokowi pada Jumat pekan lalu.

Kepala Negara menegaskan, hidup berdampingan dengan Covid-19 bukan berarti menyerah dan menjadi pesimis.

Justru dari situlah menjadi titik tolak menuju tatanan kehidupan baru masyarakat untuk dapat beraktivitas kembali sambil tetap melawan ancaman Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Tak Masalah Pasar Ramai asalkan Protokol Kesehatan Diterapkan"

Penulis : Ihsanuddin
Editor : Bayu Galih

Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved