Breaking News:

Viral Media Sosial

Video Viral Pria Berpakaian APD Teriak 'Kami Capek', Sindir Warga Keluar Rumah dan Beli Baju Lebaran

Pada video viral itu terlihat seorang pria berpakaian APD, lengkap dengan membawa cairan disinfektan teriak-teriak di pinggir jalan raya.

Penulis: Uyun | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Kolase Instagram nenk_update/twitter
Pria berpakaian APD teriak 'kami capek' di pinggir jalan di Pasuruan 

"Tolonglah masyarakat semuanya pahami. Ikuti anjuran pemerintah. Gak ada pemerintah yang membunuh rakyatnya," tegasnya.

Awalnya video ini diunggah di laman Facebook bernama Bejo di grup INFO LANTAS SIDOARJO.

Akan tetapi, video ini pun sudah viral dan beredar di media sosial Twitter dan Instagram.

Beritakan Kasus Pencabulan, Wartawan Dipanggil Jadi Saksi

Konser Raya dari Rumah Kompas TV Bersama Dompet Dhuafa, Dimeriahkan Reza Artamevia hingga Radja

Makna Dibalik Tagar Indonesia Terserah

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Adib Khumadi menjelaskan ungkapan Indonesia Terserah yang sempat viral di media sosial.

Tagar tersebut muncul di media sosial sebagai ungkapan perasaan para tenaga medis yang selama ini berjuang melawan pandemi Virus Corona (Covid-19).

Menurut Adib, ungkapan tersebut muncul sebagai bentuk sindiran terhadap sikap pemerintah selama menangani Covid-19.

Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Prime Show di iNews, Kamis (21/5/2020).

Awalnya, ia menuturkan tenaga medis bukan bermaksud kecewa terhadap kebijakan pemerintah dan sikap masyarakat selama ini.

"Kalau dibilang kecewa, kecewa ke siapa?" kata Adib Khumadi.

Menurut Adib, pekerjaan sebagai tenaga kesehatan sudah menjadi pilihan dan pengabdian.

"Ini adalah sebuah pengabdian profesi. Profesi yang sudah kita pilih," jelasnya.

"Jadi kami tenaga medis, perawat, tidak mungkin menyatakan ini adalah sebuah kekecewaan," kata Adib.

Selain itu, Adib merasa tagar tersebut bukan berarti ungkapan kemarahan.

Ia merasa ungkapan Indonesia Terserah lebih bermaksud sebagai sindiran.

"Tidak mungkin juga kami marah, karena kami marah kepada siapa?" tanya Adib.

"Tapi ini adalah sebuah bentuk keprihatinan sekaligus mungkin bisa diartikan gaya bahasa satire atau ironi," paparnya.

Adib menuturkan masih banyak orang yang abai terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan selama pandemi.

"Di mana pada saat kita semua berjuang untuk menyelesaikan Covid, apalagi bagi kami di tim medis," kata Adib.

"Tapi masih ada juga beberapa pihak yang belum memahami kondisi ini sehingga masih banyak yang kemudian bergerombol, berkerumun," ungkapnya.

"Terserahnya lagi adalah, ya sudah, bagi kami siap-siap di rumah sakit untuk menerima menjadi pasien," sindir Adib.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved