New Normal di Bogor

Banyak PHK Saat Pandemi Covid-19, Ini Syarat Pencari Kerja di Era New Normal

Era new normal tentunya akan dimanfaatkan para pencari kerja, baik pekerja yang terkena PHK saat pandemi berlangsung ataupun pencari kerja yang baru.

Tayang:
Editor: Ardhi Sanjaya
Tribun Manado
Ilustrasi lowongan kerja 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pola hidup dengan tatanan baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19 ini membuat segalanya berubah.

Tak terkecuali soal syarat dan cara mencari pekerjaan di era new normal.

Era new normal tentunya akan dimanfaatkan para pencari kerja, baik pekerja yang terkena PHK saat pandemi berlangsung ataupun pencari kerja yang baru.

Menurut Pakar Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Anggraini Sukmawati, para pencari kerja harus menunjukkan bahwa dialah orang yg dicari-cari perusahaan.

Untuk menjadi bagian penting dalam perusahaan, para calon karyawan perlu memahami kebutuhan perusahaan.

Perusahan sangat memerlukan karyawan bertalenta (talented people) dan memiliki keterlekatan (engagement) yang tinggi pada pekerjaannya.

Karyawan yang bersemangat menciptakan nilai (create value) bagi kosumen perusahaannya, sehingga konsumen menjadi loyal karena merasa kebutuhannya terpenuhi.

" Cara agar menjadi pemenang di era the new normal adalah segera bergegas meningkatkan kompetensi dan mempelajari berbagai kompetensi baru yg dibutuhkan di era digital, meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang cepat, meningkatkan kemampuan berkolaborasi, tetap terkoneksi di tengah keharusan menjaga jarak fisik serta menjadi pribadi yang inovatif," jelas dosen IPB.

Anggraini menambahkan, untuk mengatasi gap competency antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja di era the new normal, setidaknya ada empat hal yang perlu dipahami para dosen, yaitu satu, terjadinya pergeseran ruang belajar, dari ruang fisik yang bersifat publik menjadi ruang virtual yang bersifat personal.

Mahasiswa tidak harus masuk di ruang kelas yang sama tetapi bisa belajar dari rumah atau kamar masing-masing.

Kedua, pergeseran dalam metode penyampaian materi ajar, dari yang bersifat massal menjadi individual.

" Jika sebelumnya mahasiswa belajar dari dosen yang sama dalam satu kelas, mengerjakan tugas dan ujian yang sama, bergeser mahasiswa bisa memilih metode belajar yang sesuai dengan gaya belajarnya, bisa melalui video atau membaca buku teks atau berdiskusi dalam kelompok peminatan yang sama. Yang penting tujuan pembelajaran tercapai," katanya.

Ketiga, terjadi pergeseran tanggung jawab dalam proses belajar, yang tadinya sepenuhnya menjadi tanggung jawab dosen bergeser menjadi tanggung jawab bersama keluarga.

Karena belajar dari rumah memerlukan dukungan penuh dari anggota keluarga yang lain.

Dan yang keempat, pergeseran evaluasi pembelajaran dari ujian yang bersifat paripurna menjadi penugasan yang bersifat formatif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved