Kesaksian Gadis 16 Tahun Sering Diperkosa Ayah Sejak Ibu Meninggal Dunia: Saya Diancam Kalau Melapor

Seorang gadis berusia 16 tahun menjadi tempat pelampiasan nafsu bejat ayah kandungnya sendiri.

Penulis: Damanhuri | Editor: khairunnisa
SHUTTERSTOCK
ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang gadis berusia 16 tahun menjadi tempat pelampiasan nafsu bejat ayah kandungnya sendiri.

Bahkan, korban gadis muda berinisial A (16) mengaku kerap diancam jika tak mau melayani sang ayah.

Aksi biadab sang ayah berininisial TFR ini terbongkar setelah korban bercerita kepada warga.

Peristiwa memilukan ini menimpa gadis muda warga Kecamatan Way Seputih, Lampung Tengah.

Saat ini, sang ayah telah berhasil diamankan oleh polisi pada Minggu (14/6/2020) karena  menyetubuhi anak kandungnya sendiri.

Gadis berinisial A itu pun menceritakan nasib malang yang dialaminya sejak sang ibu meninggal  dunia.

Korban yang masih berstatus siswi SMP ini mengatakan, perbuatan mesum sang ayah kerap kali dilakukan saat kondisi malam hari.

Cerita Istri Pergoki suami Bercinta dengan Putrinya, Terbangun Usai dengar Suara Dari Dinding Kamar

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

Sejak sang ibu meninggal dunia, korban hanya tinggal berdua saja dengan ayah kandungnya TFR.

Ia mengatakan, aksi biadab ayah kandungnya itu berawal saat ia sedang tidur di kamar.

Kemudian, sang ayah datang memeluk korban lalu memaksa A untuk berhubungan badan dengannya.

Saat itu, ayahnya pulang ke rumah dalam kondisi mabuk.

Perbuatan pelaku kembali berulang hingga empat kali hingga akhirnya korban memberanikan diri  melaporkan perbuatan ayah kandungnya itu kepada warag.

"Saya beranikan diri melapor ke kepala dusun. Saya minta supaya perbuatan ayah saya dilaporkan ke polisi," ujarnya dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Lampung.

Pengakuan Pria Pergoki Sejoli Bercinta Disemak-semak, Ceweknya Diperkosa: Lakinya Saya Ikat di Pohon

Menurutnya, selama ini ia tak berani melapor lantaran diancam oleh pelaku.

"Saya selalu dimarah-marah dan dibentak kalo lapor. Makanya awalnya saya takut, gak berani melapor," kata A didampingi tim LPA Lampung Tengah di Mapolsek Seputih Banyak, Minggu (14/6/2020).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved