Arief Poyuono Tak Tanggapi Panggilan Majelis Kehormatan, Andre Rosiade : Saya Usulkan Dipecat

Arief Poyuono bicara soal isu PKI dalam wawancara berjudul 'Apa Kata Arief Poyuono tentang Kebangkitan PKI ?'

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Damanhuri
YouTube Metrotvnews
Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Arief Poyuono - Wakil Sekjen Gerindra, Andre Rosiade. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Andre Rosiade akan mengusulkan agar Arief Poyuono dipecat dari Partai Gerindra bila tak memenuhi panggilan Majelis Kehormatan.

Andre Rosiade menulis usulan tersebut lewat akun Twitternya.

Diketahui sebelumnya, Arief Poyuono bicara soal isu PKI dalam wawancara berjudul 'Apa Kata Arief Poyuono tentang Kebangkitan PKI ?'

Video itu diposting akun Youtube Kanal Anak Bangsa pada Senin (15/6/2020).

Soal pernyataan Arief Poyuono di video itu, Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman memngatakan, Majelis Kehormatan Partai Gerindra menjadwalkan pemanggilan.

"Beliau akan dipanggil segera. Tapi untuk penentuan jadwal, kami Majelis Kehormatan DPP akan rapat dahulu hari Senin," kata Habiburokhman saat dihubungi, Kamis (18/6/2020).

Dilansir dari Kompas.com, menurut Habiburokhman, Arief Poyuono tidak merespons dengan baik teguran yang disampaikan partai.

"Sudah saya nasihati beliau, tapi sepertinya kepala batu. Makanya akan diproses di MK DPP," ucapnya.

Ia pun mengatakan, sudah lama Arief tidak diizinkan membawa nama institusi Partai Gerindra.
Habiburokhman menegaskan bahwa pernyataan Arief Poyuono tidak berkaitan dengan partai.

"Saya tegaskan bahwa statement Arief Poyuono tidak ada kaitannya dengan Gerindra. Sudah lama beliau tidak diperkenankan mengatasnamakan Gerindra," ujar Habiburokhman.

Ia merasa curiga ada pihak yang sengaja menunggangi Arief karena tidak suka dengan kebesaran Partai Gerindra.

Habiburokhman pun menyayangkan tagar #TenggelamkanGerindra yang sempat ramai di media sosial.

"Saya khawatir Pak Arief ditunggangi orang yang tidak mau Gerindra besar dan dekat dengan rakyat," tutur Habiburokhman.

"Tagar tenggelamkan Gerindra jelas salah kaprah. Secara logika, tagar yang pas itu tenggelamkan Arief Poyuono, dalam artian cabut dukungan politik pada Arief Poyuono," kata dia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved