Arief Poyuono Tak Tanggapi Panggilan Majelis Kehormatan, Andre Rosiade : Saya Usulkan Dipecat

Arief Poyuono bicara soal isu PKI dalam wawancara berjudul 'Apa Kata Arief Poyuono tentang Kebangkitan PKI ?'

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Damanhuri
YouTube Metrotvnews
Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Arief Poyuono - Wakil Sekjen Gerindra, Andre Rosiade. 

Menurut Andre Rosiade, sebagai seorang kader mestinya memenuhi bila ada pemanggilan Majelis Kehormatan.

Bahkan Andre Rosiade mengusulkan bila Arief Poyuono tidak memenuhi pemanggilan Majelis Kehormatan untuk diberi sanksi pemecatan.

"Saya Andre Rosiade sbg Kader yg taat dan tegak lurus dgn Partai @Gerindra
.

Di saat dipanggil oleh Mahkamah Kehormatan Partai sbg kader tentu harus menghadiri pemanggilan.

Seandainya saudara Arief Poyuono tidak mau menghadiri pemanggilan.

Sy usulkan agar diberikan sanksi PEMECATAN," tulis Andre Rosiade di akun Twitternya.

Diketahui bersama, Arief Poyuono berbicara soal isu PKI dalam sebuah wawancara berjudul "Apa Kata Arief Poyuono tentang Kebangkitan PKI?" yang diunggah akun YouTube Kanal Anak Bangsa, Senin (15/6/2020).

Saat ditanya mengenai kebangkitan PKI, Arief menyatakan bahwa isu tersebut bohong belaka.

Menurut Arief, isu PKI sengaja dimunculkan untuk mendelegitimasi kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Enggak ada, itu cuma isu-isu bohong aja.

Isu-isu itu sebenarnya hanya untuk mendelegitimasi Kangmas Jokowi, yang selalu dituduh apa pun dia seakan-akan dia ada hubungannya sama PKI.

Seperti itu kan aneh, munculnya itu di eranya Pak Jokowi aja. Dulu era SBY enggak ada, era Mega enggak ada, ini kan aneh," kata Arief dalam wawancara.

Berikutnya, ia ditanya tentang siapa kemungkinan yang memunculkan isu tersebut.

"Yang pasti ini adalah kadrun, kadrun-kadrun ya yang pasti.

Yang kedua, mungkin orang-orang yang tidak menginginkan adanya perdamaian di Indonesia, yang selalu ingin mengacau,

yang selalu ingin mendiskreditkan pemerintah yang sah dan konstitusional dengan isu-isu PKI," ujar Arief Poyuono dilansir dari Kompas.com.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved