Breaking News:

Pengedar Upal Ditangkap

Digerebek Polres Bogor, Tersangka Pembuat Uang Palsu Ini Ternyata Kerja di Percetakan

Tersangka pembuat uang palsu Rupiah dan Dollar yang digerebek Polres Bogor di wilayah Tangerang rupanya mahir dalam dunia percetakan.

Dok. Polres Bogor
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor ungkap kasus jaringan peredaran uang palsu di Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Para tersangka pembuat uang palsu Rupiah dan Dollar yang digerebek Polres Bogor di wilayah Tangerang rupanya mahir dalam dunia percetakan.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy mengatakan bahwa tersangka utama pembuat uang palsu ini berinisial AKR atau AK (50) yang ditangkap saat penggerebekan di wilayah Pabuaran, Tangerang.

Tersangka AKR ini, kata dia, memang kesehariannya bekerja di sebuah perusahaan percetakan.

"Kebetulan yang bersangkutan ini atas inisial AK ini kerjanya sebagai pekerja di percetakan," kata AKBP Roland Ronaldy dalam keterangannya, Rabu (8/7/2020).

Roland mengatakan bahwa pelaku mengaku sudah beroperasi memproduksi dan mengedarkan uang palsu sejak 4 bulan yang lalu.

"Menurut keterangan pemeriksaan, (sudah beroperasi) sekitar 4 bulan," kata Roland.

BREAKING NEWS - 7 Pengedar Uang Palsu Senilai Ratusan Juta Rupiah Ditangkap di Bogor

Modus Pengedar Uang Palsu di Bogor, Dijual dengan Harga Separuh

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor telah mengungkap kasus jaringan uang palsu di Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menjelaskan bahwa awalnya pihaknya menangkap pelaku pengedar uang palsu di Cilebut, Kabupaten Bogor.

Setelah melalui pengembangan, pabrik uang palsu ini kemudian diketahui berada di wilayah Tangerang sampai akhirnya kemudian dilakukan penggerebekan.

"Mulanya pelaku ini kami tangkap di daerah Cilebut Sukaraja. Kemudian kami lakukan pengembangan dan berhasil menangkap para pelaku lainnya di wilayah Pabuaran Residen Kota Tanngerang, TKP pembuatan uang palsu," kata Roland Ronaldy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/7/2020).

Dalam kasus ini polisi mengamankan 7 orang tersangka yang terdiri dari 4 orang pria dan 3 orang wanita diantaranya adalah AKR (50), R S alias C (43), RF (48), DS (34), SP (51), ESR (47) dan NPN (55).

Serta diamankan barang bukti berupa uang palsu yang akan di edarkan pecahan Rp. 100 ribu sebanyak Rp.357.900.000, uang palsu pecahan USD 100 (Dolar Amerika) sebanyak 92 lembar, 15 lembar bahan uang palsu USD, 1 buah printer, 1 buah mesin pencetak uang dan bahan-bahan pewarna.

"Uang palsu yang diproduksi oleh para pelaku ini belum sempat diedarkan, jadi para pelaku ini memproduksi lebih dahulu kemudian menawarkan kepada calon pelaku pengedar uang palsu lainnya," kata Roland Ronaldy.

Para tersangka ini dijerat pasal 36 ayat (3) juncto pasal 26 Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara di atas 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 Miliar.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved