Wartawan Metro TV Tewas

Datangi TKP Dekat Penemuan Mayat Yodi Prabowo, Ibunda Lakukan Ini di Danau, Warga : Nunjuk ke Bawah

Tiba di lokasi dekat TKP penemuan mayat, keluarga Yodi Prabowo ada yang bertanya tentang Danau Cavalio.

Penulis: khairunnisa | Editor: Soewidia Henaldi
Kolase Tribun Bogor/istimewa
Editor MetroTV, Yodi Prabowo ditemukan tewas dipinggir Tol, Jumat (10/7/2020) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sepekan lebih pasca Yodi Prabowo (26) ditemukan tewas di pinggir Tol JORR di ruas Ulujami Pesanggrahan, keluarga termasuk ibunda kembali mendatangi TKP.

Seolah ingin menggali informasi atau penasaran, ibunda Yodi Prabowo, Turinah mendatangi Danau Cavalio yang lokasinya tak jauh dari TKP penemuan mayat putranya.

Kedatangan keluarga pasca editor Metro TV ditemukan tewas secara misterius itu sontak menjadi perhatian warga.

Terlebih dari Amir, pemilik warung yang turut didatangi keluarga Yodi Prabowo.

Dikutip dari TribunJakarta.com, Amir menuturkan bahwa keluarga Yodi Prabowo berkunjung ke Danau Cavalio sekira satu pekan lalu.

Kala itu diakui Amir, dirinya sempat berbincang dengan keluarga Yodi Prabowo.

Sebab saat itu, kelaurga Yodi sempat mampir ke warungnya.

"Saya sempat tanya, dari mana bu? Dia bilang keluarga korban," kata Amir kepada TribunJakarta.com, Jumat (24/7/2020).

Diceritakan Amir, keluarga Yodi Prabowo datang pada sore hari.

Dituturkan Amir pula, keluarga Yodi yang datang berjumlah lebih dari lima orang.

Satu di antaranya diyakini Amir adalah ibunda Yodi Prabowo, Turinah.

Sepenglihatan Amir, Turinah berjalan di barisan tengah rombongan keluarga.

"Dia kayak dituntun gitu dah, tangannya kanan kiri dipegangin," ujar dia.

Sementara itu, dua sampai tiga orang berjalan di barisan depan, dan di posisi belakang adalah polisi.

"Satu orang polisinya, nggak pakai seragam. Saya tahu karena dia yang pertama kali nanya soal pisau di sini," tutur Amir.

Yodi Prabowo Editor Metro TV ditemukan tewas di pinggir jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2020).
Yodi Prabowo Editor Metro TV ditemukan tewas di pinggir jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2020). (TMC POLDA METRO JAYA VIA KOMPAS)

Tiba di lokasi dekat TKP penemuan mayat, keluarga Yodi Prabowo ada yang bertanya tentang Danau Cavalio.

Saat itu, Amir langsung memberikan penjelasan soal danau.

"Bentuk danau kayak gimana? Kata keluarganya. Saya bilang kayak penggorengan, dalam di tengah," kata Amir.

Saat sedang duduk-duduk di depan warung Amir, satu di antara keluarga Yodi Prabowo menunjuk ke arah Danau Cavalio.

Hanya saja, Amir yang tengah santai di warungnya tidak mengetahui maksud dari hal itu.

"Nunjuk-nunjuk ke bawah Danau, nggak tahu saya itu lagi ngapain. Saya juga cuma lihat dari sini (warung)," kata Amir.

Keberadaan keluarga Yodi Prabowo di Danau Cavalio tak berlangsung lama, hanya sekira 30 menit.

"Orang mereka cuma muterin danau. Habis itu pulang pakai mobil, diparkirnya di sana (seberang danau)," ujar Amir lagi.

FOLLOW US : 

Bantah Yodi Prabowo Bunuh Diri

Turinah, ibunda editor Metro TV membantah putranya, Yodi Prabowo tewas akibat bunuh diri.

Dengan nada tegas, Turinah bahkan mengaku tak terima ketika Yodi Prabowo disebut bunuh diri.

Tak sampai di situ, ibunda Yodi Prabowo juga menampik jika ada yang menuding putranya nekat bunuh diri karena masalah percintaan.

Seperti yang diketahui, kisah percintaan Yodi Prabowo dengan sang kekasih, Suci Fitri Rohmah belakangan menjadi sorotan.

Berbagai spekulasi soal dugaan pembunuhan dan bunuh diri pun masih menjadi momok di kasus kematian editor Metro TV.

Tak cuma itu, dugaan soal adanya wanita lain atau orang ketiga di kasus kematian Yodi Prabowo pun mulai mencuat.

Dugaan tersebut pun dihembuskan kala tudingan pembunuhan Yodi Prabowo menguat.

Namun belakangan, dugaan soal Yodi Prabowo bunuh diri tiba-tiba saja ikut dilayangkan.

Mendengar tudingan tersebut, ibunda Yodi Prabowo, Turinah langsung buka suara.

Dilansir dari TribunJakarta.com, Turinah dengan keras menampik tudingan bahwa Yodi Prabowo tewas karena bunuh diri.

Yodi Prabowo Sempat Bertemu Perempuan Lain di Kafe Sebelum Wafat, Ibunda Editor Metro TV Buka Suara

Sosok Orang Ketiga di Hubungan Editor Metro TV dan Suci, Yodi Prabowo Punya Panggilan Khusus

Bantahan itu disampaikan Turinah saat ditemui pewarta di bilangan Jalan Alle Raya, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (23/7/2020),

"Pokoknya saya enggak terima anak saya dibilang bunuh diri. Sakit dibilang kesimpulan bunuh diri. Sakit banget saya, udah saya kehilangan anak saya," ujar Turinah.

Turinah menjelaskan, anaknya tidak mungkin sampai mengambil keputusan mengakhiri hidup hanya karena perkara cinta.

Seperti diketahui, belakangan, isu percintaan, cinta segitiga, orang ketiga, kerap dikaitkan dengan tewasnya Editor Metro TV itu.

Selama 26 tahun membesarkannya, Turinah sangat mengenal anak sulungnya itu.

Turinah, Ibunda Yodi Prabowo (kiri). Makam almarhum Yodi Prabowo (kanan).
Turinah, Ibunda Yodi Prabowo (kiri). Makam almarhum Yodi Prabowo (kanan). (Kolase TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir/Kompas TV)

Yodi tidak pernah terlalu memikirkan masalah yang dialaminya.

"Motifnya apa? Percintaan gitu? Kayaknya enggak sampai gitu orangnya. Enggak sampai dipikiriin banget," ujar Turinah dengan nada tingg.

Turinah mengaku bahwa dirinya tak terima jika kesimpulan bunuh diri itu hanya berdasar dari sidik jari pada pisau.

Menurutnya, bisa saja pisau tersebut sengaja digenggamkan ke tangan anaknya.

Terlebih jumlah tusukan di tubuh Yodi tidak sedikit.

"Saya juga kesel jadinya dibilang bunuh diri. Cuma gara-gara ada sidik jarinya di pisau. Masa bunuh diri tusukannya banyak gitu," imbuhnya.

Kasus Kematian Editor Metro TV

Seperti diketahui jenasah Yodi Prabowo ditemukan di pinggir Tol JORR di ruas Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020) lalu.

Di leher dan dadanya ditemukan luka tusukan senjata tajam.

Editor MetroTV, Yodi Prabowo ditemukan tewas dipinggir Tol, Jumat (10/7/2020)
Editor MetroTV, Yodi Prabowo ditemukan tewas dipinggir Tol, Jumat (10/7/2020) (Kolase Tribun Bogor/istimewa)

Tak jauh dari temuan jenasah korban, ditemukan sebilah pisau dapur yang diduga digunakan pelaku dalam menghabisi korban.

Yusri menjelaskan untuk Handphone korban yàng ada di TKP juga sudah dibawa ke Labfor untuk isi dan jejaknya, yang bisa saja ada sesuatu hal yang diduga berhubungan dengan kematian korban.

Sebelumnya tambah Yusri, beberapa petunjuk awal didapat penyidik, setelah pihaknya menurunkan anjing pelacak untuk melacak jejak pelaku pembunuhan.

Anjing pelacak diturunkan di lokasi temuan jenasah.

"Kami minta bantuan K9 sebanyak dua ekor anjing untuk mengendus baju, kemudian pisau dapur, dan barang pribadi korban yang ada di TKP, juga mencari bukti lain,” kata Yusri.

Dari sana, anjing K9 berhenti di sebuah warung, yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi penemuan mayat Yodi di Jalan Ulujami Raya.

Karenanya kata Yusri, pelaku diduga sempat mampir di warung tersebut.

"Hasil autopsi menunjukkan ada luka tusukan senjata tajam di leher dan dadanya," kata dia.

Tusukan senjata tajam itulah kata Yusri yang menyebabkan tewasnya korban.

"Tusukan di leher mengakibatkan robek pada tenggorokan dan ini penyebab matinya korban.

"Termasuk yang di dada, menembus tulang iga dan paru-paru," kata Yusri.

Menurutnya hasil autopsi juga menunjukkan bahwa korban telah meninggal dunia sekitar 2-3 hari sebelum penemuan jenasah.

Terkait motif, Yusri mengatakan bukanlah perampokan atau ekonomi, karena barang-barang korban utuh saat jenasah ditemukan termasuk sepeda motor korban.

"Motif akan diketahui setelah pelakunya kita tangkap," katanya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved