Breaking News:

Kantor PDIP Dilempar Molotov

Kantor PAC PDIP Cileungs Dilempar Bom Molotov, Anggota Dewan di Bogor Datangi TKP

mereka datang dari berbagai partai untuk menemui Muad Khalim anggota DPRD Kabupaten Bogor fraksi PDIP selaku pemilik rumah

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Lokasi pelemparan bom molotov Kantor Pengurusan Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor ramai didatangi anggota DPRD Kabupaten Bogor dari berbagai partai, Rabu (29/7/2020) sore 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CILEUNGSI - Lokasi pelemparan bom molotov Kantor Pengurusan Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor ramai didatangi anggota DPRD Kabupaten Bogor, Rabu (29/7/2020) sore.

Pantauan TribunnewsBogor.com, mereka datang dari berbagai partai untuk menemui Muad Khalim anggota DPRD Kabupaten Bogor fraksi PDIP selaku pemilik rumah sekaligus pemilik kantor PAC yang menjadi sasaran bom molotov tersebut.

Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor Adi Suwardi yang turut mendatangi lokasi bom molotov ini mengatakan bahwa kedatangannya ini merupakan silaturahmi sesama anggota DPRD Kabupaten Bogor.

"Kita sepakat bersama temen-temen. Ada yang dari Demokrat, PKS dan saya dari Gerindra, saya tidak melihat dari sisi itunya, kita melihat bagaimana kondusifitas Kabupaten Bogor karena di dalamnya kita sama-sama untuk kepentingan masyarakat luas," kata Adi Suwardi saat ditemui TribunnewsBogor.com di lokasi.

Ade menuturkan bahwa kedatangannya itu juga sekaligus ingin melihat kondisi secara langsung terkait rumah milik Muad Khalim yang dijadikan kantor Sekretariat PAC PDIP pasca jadi sasaran bom molotov.

Dia juga mengaku bahwa dirinya merasa prihatin atas kejadian pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal yang menimpa sesama anggota DPRD tersebut.

"Tentunya keprihatinan ini terasa juga oleh kami, saya pribadi juga, dan ingin jelas seperti apa. Saya tadi melihat alhamdulillah secara fisik tidak ada yang terlalu fatal ya tapi kan harus jelas motivasinya apa," kata Adi Suwardi.

Adi berharap kejadian ini tidak melebar kemana-mana.

"Saya harapkan bisa diusut tuntas biar tidak melebar kemana-mana dengan fitnah-fitnah yang tidak jelas. Mudah-mudahan petugas sudah bisa membuktikan lah, unsurnya apa, motivasinya apa, seperti itu," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved