Idul Adha 2020

Mengenal 5 Tradisi Menyambut Idul Adha di Indonesia, Beberapa Tak Diselenggarakan Tahun Ini

Beragam tradisi unik yang biasa dilaksanakan masyarakat Indonesia di sejumalh wilayah saat Idul Adha.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
Para pemuda di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah berebut bendera bertuliskan kalimat syahadat dalam rangkaian acara abdau yang digelar di desa tersebut pada Hari Raya Idul Adha 2019. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 jatuh pada Jumat (31/7/2020) besok.

Dalam menyambut Idul Adha ini, ternyata ada sejumlah tradisi yang biasa dilaksanakan masyarakat Indonesia.

Tradisi menyambut Idul Adha ini dilakukan di berbagai daerah.

Namun demikian, di tengah pandemi ini ada beberapa tradisi yang pada tahun ini tidak digelar.

Seperti yang terjadi di daerah Kabupaten Gowa dan Maluku Tengah.

Untuk lebih lengkapnya, berikut sederet tradisi unik di Indonesia dalam menyambut Idul Adha:

1. Menyembelih kerbau

Ilustrasi hewan kurban sapi
Ilustrasi hewan kurban sapi (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Di Indonesia, hewan yang umumnya disembelih adalah sapi atau kambing.

Namun, ada yang berbeda dari tradisi kurban di Kudus, Jawa Tengah.

Di Kudus, kerbau menjadi hewan yang lazim dikurbankan.

Dilansir dari Kompas.com, tradisi penyembelihan kerbau ini tak terlepas dari sejarah penyebaran agama Islam di Kudus.

Dosen Filsafat Budaya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus Nur Said berharap bahwa tradisi penyembelihan kerbau saat Idul Adha tetap dipelihara.

"Sembelih kerbau ini kan bagian dari warisan dakwah yang santun, toleran, dan ramah dari Kanjeng Sunan Kudus, dan itu sudah dikenal dalam berbagai tutur tinular.
Sehingga masyarakat Kudus mengikuti keteladanan Kanjeng Sunan yang berdakwah dengan toleran," kata Nur Said saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/7/2020).

Dikatannya bahwa, dari penyembelihan kerbau tersebut masyarakat Kudus memetik nilai-nilai luhur Islam, yakni dakwah yang merangkul dan bukan memukul.

"Inti dari Islam itu kan sebetulnya rahmatan lil 'alamin. Maksudnya adalah merahmati, jadi kepada kelompok lain, walaupun beda agama, beda suku, rahmah itu harus diberikan. Dalam menyampaikan Islam pun harus penuh dengan cinta kasih," kata Nur Said.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved