Idul Adha 2020

Mengenal 5 Tradisi Menyambut Idul Adha di Indonesia, Beberapa Tak Diselenggarakan Tahun Ini

Beragam tradisi unik yang biasa dilaksanakan masyarakat Indonesia di sejumalh wilayah saat Idul Adha.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
Para pemuda di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah berebut bendera bertuliskan kalimat syahadat dalam rangkaian acara abdau yang digelar di desa tersebut pada Hari Raya Idul Adha 2019. 

Tradisi ini menggambarkan semangat persatuan masyarakat Tulehu yang tercermin dari keberhasilan umat Islam saat Perang Badar.

Biasanya, masyarakat Desa Tulehu menggelar tradisi abdau dan karnaval budaya.

Namun, tradisi saat perayaan Hari Raya Idul Adha tersebut ditiadakan pada tahun ini.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Desa Tulehu Urian Ohorella mengatakan, keputusan itu diambil dalam rapat adat yang berlangsung pada Minggu (25/7/2020).

“Untuk tahun ini abdau ditiadakan, jadi besok itu tidak ada abdau, itu sudah ada keputusannya melalui rapat adat yang melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemuda,” kata Urian kepada Kompas.com saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (30/7/2020).

Urian menjelaskan, kegiatan abdau dan karnaval budaya itu telah menjadi tradisi turun menurun di Desa Tulehu.

Namun, pemerintah desa terpaksa megambil keputusan tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

“Karena corona jadi kaul negeri saja yang digelar, hanya penyembelihan hewan kurban saja, untuk abdau dan karnaval budaya yang mengumpulkan banyak orang tidak dilakukan,” kata Urian.

4. Tradisi Accera Kalampoang

Pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa dalam ritual Accera Kalompoang 2019 lalu.
Pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa dalam ritual Accera Kalompoang 2019 lalu. (TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI)

Accera Kalompoang adalah tradisi pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa yang digelar saat Idul Adha.

Dilansir dari Tribun Timur, tradisi adat ini ditandai dengan pencurian 15 benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa dengan air yang suci di Istana Balla Lompoa, Jl KH Wahid Hasyim, Kecamatan Somba Opu.

Sebagai kegiatan yang sakral, seluruh peserta yang hadir memakai pakaian adat ke dalam Istana Balla Lompoa.

Laki-laki memakai jas tutup disertai lipak sakbe, songkok recca, serta badik di pinggang. Sementara perempuan memakai baju bodo'.

Pada Idu Adha 2020, Pemerintah Kabupaten Gowa bersama keluarga Kerajaan Gowa memutuskan meniadaan penyelenggaraan tradisi Accera Kalompoang.

Keputusan tersebut diambil karena wilayah Kabupaten Gowa masuk berstatus zona merah penyebaran Virus Corona.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved