Pengakuan Anak Perempuan yang Siram Wajah Ibu Kandungnya Pakai Air Panas, Korban Menjerit Kesakitan
Seorang anak perempuan tega menyiram wajah ibu kandungnya sendiri EF menggunakan air panas.
SP dan HM sempat membuat skenario pura-pura terkejut saat melihat ibunya tewas.
Saat itu, Sp berpura-pura mengambil beras di dalam rumahnya.
Saat mencuci beras itu, tersangka berteriak-teriak kata "Mbok" atau ibu secara berulang kali.
SP kemudian memanggil adiknya yang berada di samping rumahnya.
Adiknya lantas kaget melihat ibunya tergantung.
Tanpa curiga, ia menurunkan ibunya lalu membawanya ke dalam rumah dibantu tersangka.
"Kami yang dapat informasi kejadian itu langsung datang ke lokasi kejadian," paparnya.
Kejanggalan
AKP Alfan menjelaskan, pihaknya menemukan kejanggalan saat melakukan pemeriksaan di tubuh korban dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sebab, pelipis kiri korban dan kedua telinga korban mengeluarkan darah.
Jeratan tali di leher korban juga bukan jeratan yang umum terdapat pada orang bunuh diri.
Pihak kepolisian lalu melakukan autopsi di tubuh korban dengan bantuan Biddokkes Polda Jateng.
Hasilnya korban mati bukan karena gantung diri melainkan karena mati lemas.
Pasalnya ada tekanan di leher korban yang mengakibatkan oksigen tidak mengalir di otak.
Ditemukan juga memar pada leher dan pelipis kiri korban lantaran dihantam benda tumpul.
"Kami lalu meminta keterangan para saksi-saksi, dapat disimpulkan dari data dan barang bukti yang ada pelaku pembunuhan mengarah ke kedua tersangka," ungkapnya.
Polisi telah memeriksa delapan orang saksi dengan barang bukti tali terpal yang digunakan untuk jerat leher korban.
Golok untuk memotong tali, kayu untuk memukul korban, sendal jepit korban dan lainnya.
(TribunnewsBogor.com/Kompas.com/Tribun Jateng)