Breaking News:

PSBB di Bogor

Wabup Sebut Masih Ada yang Kucing-Kucingan Soal Larangan Sewa Vila di Bogor Selama PSBB

Iwan Setiawan mengatakan bahwa vila seperti di kawasan Puncak Bogor dilarang disewakan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan di Cibinong, Senin (14/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan bahwa vila seperti di kawasan Puncak Bogor dilarang disewakan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ).

Namun, kata dia, ada saja pihak pemilik vila yang melanggar terkait ketentuan PSBB pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Kabupaten Bogor ini.

"Kalau vila di dalam draft (Perbup) itu hanya pemilik yang boleh (menginap), tidak disewakan, tapi fakta di lapangan tidak semua itu," kata Iwan Setiawan saat ditemui TribunnewsBogor.com di Cibinong, Senin (14/9/2020).

Dia mengatakan bahwa ketika diperiksa petugas, pemilik vila selalu mengelak dan mengaku bahwa tamu yang menginap ini adalah bagian keluarga.

"Ya kayak kucing-kucingan lah. Itu yang sewa apa bukan ?, itu pak keluarga pemilik. Kan gitu kadang-kadang," kata Iwan.

Dia mengatakan bahwa vila ini berbeda dengan hotel yang memang diperbolehkan buka dan menerima wisatawan yang menginap dengan pembatasan-pembatasan tertentu.

Sebab, perhotelan juga berkontribusi dalam pemulihan ekonomi yang terkena imbas pandemi Covid-19 ini.

"Karena mayoritas, ada, kadang-kadang vila itu tidak bayar pajak. Kita harus melindunginya hotel ya. Kalau hotel kan untuk pemulihan ekonomi dan sebagainya. Jadi tidak bisa Puncak ditutup," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved