Wakil Anies Bantah PSBB DKI Hasil Kompromi Pusat, Ekonom Minta Menkes Tak Ikut Bicara : Lebih Parah

Ekonom Faisal Basri menyebut aturan PSBB Jakarta jelas merupakan hasil campur tangan sebuah kekuatan tertentu.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Youtube Najwa Shihab
Faisal Basri dengan Riza Patria di Mata Najwa 

Riza Patria mengatakan ada pendapat publik yang menganggap Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan PSBB total.

"ada pendapat publik seolah kami memberlakukan PSBB total padahal bukan tapi PSBB yang kami perketat," kata Riza Patria.

Meski demikian, Ekonom Faisal Basri menyebut aturan PSBB Jakarta merupakan hasil tarik ulur kebijakan dengan Pemerintah Pusat.

"ya sudah tentu saja da tarik ulur,

seperti tadi logika publik taman suropati Gelora Senayan orang lari ada social distancing udara terbuka ndak boleh,

tapi mal yang tertutup boleh,

ini kan ada kekuatan tentu saja ikut mempengaruhi," kata Faisal Basri.

Faisal Basri menuturkan dari 11 perkantoran yang esensial sebetulnya boleh dibuka semua.

" 11 yang esensial coba hitung kontribusinya berapa persen ?

lebih dari 75 persen jadi praktis semua boleh tidak ada yang ditutup,

boleh 25 persen, 50 persen, " kata Faisal Basri.

Faisal Basri megusulkan agar Pemprov DKI Jakarta membuat sebuah indikator agar bisa diselaraskan dengan daerah lain.

"mumpung belum terlambat bikin giude line, ini indikator, sekarang kan indikatornya sama tapi intervensinya beda," kata Faisal Basri.

Faisal Basri mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menyelaraskan misi dan visi semua daerah.

Untuk menyatukan itu semua diperlukan peran Pemerintah Pusat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved