Breaking News:

Wanita Bersuami Nekat Zina 6 Kali di Kelas dengan Guru, Sempat Aborsi Kini Berakhir Ditinggal 2 Pria

Tak hanya sekali, perzinahan antara YS dan AG di dalam ruang kelas ini sudah dilakukan sebanyak 6 kali.

Istimewa/Warta Kota
Ilustrasi perzinahan 

Status AG oknum guru, baru diangkat jadi PNS

Setelah curhatan tersebut, LSM Bintara Tulungagung melaporkan seorang guru SD negeri ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Tulungagung.

Guru SDN di Tulungagung yang dilaporkan selingkuhannya YS (29) ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) Tulungagung, baru saja diangkat menjadi PNS.

Itu terungkap atas pernyataan Plt Kepala Dindikpora Tulungagung, Haryo Dewanto Wicaksono.

Ilustrasi perselingkuhan
Ilustrasi perselingkuhan (Banjarmasinpost.com)

Yoyok mengungkapkan, AG dulunya adalah guru dengan status Guru Tidak Tetap (GTT).

Dia anak seorang penjaga kantin SD tempatnya mengajar.

Kemudian, AG mencoba peruntungan lewat rekrutmen CPNS Kabupaten Tulungagung formasi 2018.

Ia menjadi salah satu dari 546 CPNS yang dinyatakan lolos dan baru diangkat jadi PNS.

"Jadi sayang sekali, dia adalah PNS yang baru diangkat kemarin," ujar Yoyok.

Hingga saat ini AG masih memegang kunci, sehingga punya akses untuk membuka kelas.

Kejadian dugaan persetubuhan itu dilakukan sore hari, sekitar pukul 15.00 WIB, saat sudah tidak ada kegiatan.

Arti dan Tafsir Mimpi Bercinta dengan Selingkuhan, Benarkah Akan Benasib Sial?

Terancam dipecat

Kasus ini kini dalam penanganan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Tulungagung.

Plt Kepala Dindikpora Tulungagung, Haryo Dewanto Wicaksono mengaku sudah meminta klarifikasi dari YS.

Jika pengakuan YS ini benar, maka AG dipastikan melanggar etika.

"Korban sudah di-BAP sama Dinas Pendidikan. Kemarin saya dampingi," ujar Sodik.

Sodik menilai AG tidak layak menjadi pendidik, apalagi dengan status PNS.

"Dia seharusnya dipecat, sudah tidak layak menjadi pendidik," tegas Sodik.

Rangkaian pemeriksaan akan dilanjutkan, untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap.

"Kalau kejadian yang di hotel kami tidak ikut campur. Tapi mereka melakukan di SD, itu pelanggaran berat," tegas Yoyok.

Pemeriksaan akan dilanjutkan Senin (28/9/2020), dengan agenda meminta keterangan kepala sekolah.

"Selanjutnya Dindikpora akan menggandeng Inspektorat untuk memeriksa AG," ungkapnya.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS, ancaman terberatnya adalah pemberhentian dengan hormat.

"Sesuai dengan PP itu, hukuman akhir akan ditentukan oleh bapak bupati. Makanya hasil pemeriksaan nantinya akan kami sampaikan ke beliau, untuk diputuskan," pungkas Yoyok. (*)

(TribunBogor/Surya)

Penulis: Uyun
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved