Pengakuan Begal Motor Pembunuh Mamah Muda yang Sedang Hamil, Tubuh Korban Diseret ke Semak-semak
Mayat perempuan berusia 25 tahun itu ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan disemak-semak tertutup dedaunan.
Penulis: Damanhuri | Editor: Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang mamah muda mengalami nasib tragis.
Wanita bernama Rani Anggraini itu tewas ditangan seorang begal motor.
Mayat perempuan berusia 23 tahun itu ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan disemak-semak tertutup dedaunan.
Dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Medan, peristiwa nahas itu menimpa seorang mamah muda di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Polisi pun sudah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sadis yang dilakukan begal motor bernama Gabriel Zefaya Ginting (20) pada Rabu (21/10/2020).
Baca juga: Kesaksian Penemu Mayat Korban Pembunuhan, Bingung Motornya Mendadak Mogok: Kok Bisa Ada Bercak Darah

Ada 15 adegang yang dipergakan dalam rekonstruksi pembunuhan mamah muda tersebut.
Sebelumnya, suami korban yakni Nurwahyuda (27) syok saat mendapat kabar istrinya ditemukan sudah tak bernyawa.
Sehari sebelum mayat Rani Anggraini ditemukan oleh warga, Nurwahyuda mengaku merasa cemas.
"Sudah semalaman tidak pulang, biasa sekitar pukul 17.00 WIB, istri selalu pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor merek Honda Beat BK 4525 RAQ. Istri saya memang selalu melintasi jalan perkebunan Afdeling II," ungkapnya.
Suami korban juga sempat bertanya ke peternakan milik Aliong, tempat istrinya mengais rezeki.
Saat itu, rekan-rekan korban memberi tahu bahwa yang bersangkutan sudah pulang seperti biasanya
"Sedih kali rasanya, saya gak menyangka, kok bisa tega pelaku melakukan tindakan itu kepada istri saya," ujarnya.
Nurwahyuda berharap, pelaku diberikan hukuman dengan pasal yang seberat-beratnya dengan hukuman mati karena sudah merencanakan untuk membunuh korbannya, istri saya," ungkapnya.
Sementera itu, tersangka belal motor sadis yang membunuh Rani Anggraini mendapat hadiah timah panas dari kepolsian saat dilakukan penangkapan.
"Tersangka ditangkap Tim Satreskrim pada hari Kamis tanggal 24 September 2020 sekira pukul 15.30 wib di Jalan Anggur Kelurahan Bandar Senembah Kecamatan Binjai Barat. Tersangka telah melanggar Pasal 365 Ayat 3 KUHPidana," kata Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo.
Bahkan, saar rekonstruksi kasus pembunuhan pada Rabu (21/10/2020 kemarin, tersangka mengikutinya dari atas kursi ronda lantaran belum bisa berjalan usai terkena tembakan akibat melawan petugas.
Gabriel Ginting menceritakan, pada hari kejadian Jumat (25/9/2020) lalu, ia mengaku sempat berpura-pura minta tolong kepada korban yang melintas naik sepeda motor.
Saat itu, pelaku minta jasa tumpangan kepada korban dengan alasan satu arah.
Korban pun dengan ikhlas memberikan pertolongan kepada pelaku.
"Pas kejadian aku itu jalan, pas lihat dia dari kejauhan saya balik arah, saya stop dia.
Saya minta tolong numpang sampai Simpang Pasar 8. Itu lah dia bilang cuma sampai Afdeling, saya pun naik lalu saya piting lehernya sekuat tenaga sampai lemas selemasnya," ujar pelaku.
Dalam rekonstruksi yang digelar di Mapolres Binjai pada Rabu (21/10/2020), terlihat pelaku memiting korban, tangan kirinya juga meninju kepala korban hingga nyaris tak sadarkan diri.
Usai itu, korban terbaring dan kepalanya dihantam dengan batu sebanyak tiga kali di pinggir jalan.
Tak berhenti disitu, pelaku juga masih melanjutkan aksinya disemak-semak area perkebunan.
"Abis dari situ, saya seret ke dalam ladang, pas di situ saya hantam lagi kepalanya pakai batu lebih besar ada tiga kali.
Abis itu saya punya obeng di kantong celana, saya cucuk lehernya empat kali.
Obeng memang saya bawa. Emang sudah niat. Ini baru pertama kali," ungkap pelaku.
Setelah membawa kabur motor korban, pelaku pergi ke darah Lincun Binjai. Di lokasi pelaku ini menggadaikan motor Honda Beat korban hanya dengan harga Rp 1,5 juta.
Mesin Motor Mendadak Mati
Dedi Syahputra (41) menceritakan kejadian aneh yang dialaminya sebelum menemukan mayat korban pembunuhan.
Pria yang bekerja sebagai karyawan di perkebunan kelapa sawit itu di Desa Padang Brahrang sepat dibuat kebingungan.
Sebab, motornya mendadak berhenti dan mogok ditengah jalan tak jauh dari sosok mayat seorang wanita korban pembunuhan yang ditemukannya.

Menurutnya, sepeda motornya terbilang cukup terawat meskipun digunakan setiap hari.
Mesin motornya selama ini terawat dan tidak bermasalah, sangat berbeda kali ini.
Ia menyebut, sepeda motornya mogok tanpa sebab sehingga membuatnya kebingungan.
"Motor saya itu mendadak mogok. Saya juga heran, mogok dekat lokasi itu," kata Dedi menceritakan seperti dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Medan
Pagi itu, Dedi memang rutin berangkat kerja diperkebunan.
Seperti biasa, ia menuju tempat kerjanya menggunakan sepeda motor sekira pukul 08.00 WIB.
Namun, saat mesin motornya mati mendadak didekat kebun sawit, ia mulai merasa cuirga saat melihat bercak darah.
Ia pun awalnya tak menyangka jika dilokasi tersebut ada sosok mayat yang tergeletak di area perkebunan sawitu.
"Saya curiga kok bisa ada bercak darah bercecer dan sendal jepit, sama hape. Ya gak nyangka ada mayat awalnya," katanya.
Ia pun memutuskan untuk menyusuri jejak-jejak dan bercak darah yang tercecer di sekitar lokasi yang menempel di rerumputan perkebunan hingga ke satu tumpukan pelepah daun sawit kering.
"Jenazah rupanya yang saya temukan, kondisinya ditutupi dengan tumpukan pelepah kelapa sawit. Saya gak yakin, pas saya angkati daun-daun kering itu ternyata jenazah perempuan bersimbah darah," katanya
Kondisi jenazah mengenakan celana hitam dan kaos merah ditutupi tumpukan pelepah sawit.
Temuan mayat inipun dilaporkan Dedi, kepada atasanya Darma Sembiring (50).
Baca juga: Detik-detik Begal Motor Sadis Bunuh Ibu Hamil, Pelaku : Saya Piting Terus Seret ke Dalam Ladang
Selanjutnya mereka mendatangi lokasi dan menghubungi Bhabinkantibmas Aiptu Ardiansyah.
"Polisi datang langsung memasang police line. Dari warga bilang kalau dia warga sini, sekretaris peternakan ayam," ujar warga.
Korban berperawakan berpotongan rambut sebahu, dengan tinggi badan sekitar 150 centimeter, bekerja sebagai seorang sekretaris di perusahaan peternakan ayam telur di Desa Tanjung Merahe, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Tim inafis Polres Binjai menemukan pada tubuh korban luka koyak 5 cm di bagian kening, luka 8 cm di telinga kanan dan batok kepala kondisinya remuk diduga hantaman benda tumpul.
Dibunuh Begal Sadis
Korban diketahui bernama Rani Anggraini (23) tewas dibunuh seorang begal motor sadis berna,a Gabriel Ginting (20).
Mayat korban baru ditemukan warga di areal perkebunan Afdelling II PT Langkat Nusantara Keping, Selesai, Langkat, Kamis (24/9/2020) pagi.
Pelaku pembunuhan saat ini sudha ciduk polisi dan dihadiahi timah panas.

Baca juga: Motif Suami Begal Istri Sendiri, Rampas Barang Berharga Milik Korban dan Kepala Dipukul 2 Kali
Baca juga: Begal Ditangkap di Parung, Pelaku Intai Korban dari Bogor Trade Mall
Aksi sadis yang dilakukan pelaku itu terungkap saat tersangka yang bernama Gabriel Zefaya Ginting (20) melakukan 15 adegan rekonstruksi di Mako Polres Binjai, Rabu (21/10/2020).
Rekonstruksi itu dilakukan terkait pembunuhan sadis yang ia lakukan kepada korbannya yang bernama Rani Anggraini (23).
Dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunMedan.com Kamis (22/10/2020), Gabriel harus melakukan rekonstruksi di atas kursi roda karena kakinya sudah dilumpuhkan pihak kepolisian.
Pasalnya, saat pengembangan pelaku berupaya melawan hukum dan kabur, sehingga harus ditembak dengan timah panas.
Terlihat dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan 15 adegan hingga membuat korban Rani Anggraini meninggal dunia di perkebunan sawit PT LNK dengan posisi terlentang.
Usai melakukan aksi bejatnya itu, selanjutnya tersangka melarikan sepeda motor korban ke arah Binjai Barat dari Desa Tanjung Merahe Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat.
(TribunnewsBogor.com/Tribun Medan)