Kuliner Bogor
Berdiri Sejak Tahun 1970, Ini Kisah Turun Temurun Dodol Bojonggede
Menjadi pewaris usaha dodol satu-satunya membuat Agus Sulaiman tertantang untuk meneruskan salah satu makanan tradisi asli
Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Damanhuri
"Harga jual itu bervariasi original Rp 40 ribu, wijen dan ketan hitam Rp 45 ribu, duren Rp 70 ribu dan kurma Rp 55 ribu," ujarnya.
Agus pun menjelaskan bahwa dodolnya memiliki ciri khas rasa tersendiri.
"Ciri khas dodol ini adalah manisnya pas, bervariasi," bebernya.
Dalam sehari, Dodol Bojong Indira'f mampu memproduksi 50 kg dengan jangkauan se-Nusantara.
"Dodol ini sudah distribusi ke nusantara ya. Sudah menyentuh Papua, Balikpapan, alhamdulillah seluruh wilayah di Indonesia sudah terdistribusi," jelasnya.
Selain itu, Agus menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 tak mengganggu proses produksi dan pemasaran.
"Pandemi yang pertama itu justru penjualan meningkat. Karena yang kerja di rumahkan berniat menjadi reseller. Resellernya kan memanfaatkan online. Itu melonjak pembelian. Nah sekarang menurun sedikit. Kalau dibilang sih penjualan stabil. Tidak terlalu terdampak," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/dodol-asli-bojonggede.jpg)