Siswi SMA Nekat Lompat Dari Atas Jembatan, Sempat Telepon Seseorang Sebelum Terjun ke Sungai
Seorang siswi SMA nekat melompat dari atas jembatan ke sungai yang dipenuhi eceng gondok, beruntung nyawanya bisa diselamatkan.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: khairunnisa
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang siswi SMA nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara terjun dari atas jembatan.
Aksi nekatnya itu membuat siswi SMA tersebut terluka dan tak sadarkan diri.
Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan.
Rupanya sebelum melakukan aksi bunuh diri, siswi SMA terlihat menelepon seseorang.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari Suryamalang.com, Senin (26/10/2020), siswi SMA kelas XII berinisial DF (18) mencoba bunuh diri dengan terjun dari atas Jembatan Rejoto, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Minggu (25/10/2020) sekitar pukul 18.45 WIB.
Tindakan remaja putri tersebut diduga lantaran dia ingin melukai dirinya sendiri untuk mengakhiri hidupnya.
Dia secara sengaja menceburkan tubuhnya dari atas jembatan ke dasar sungai.
Akibatnya, korban mengalami luka lantaran menjatuhkan diri ke bawah jembatan Rejoto.
Identitas korban bernama DF (18) siswi kelas XII warga Gang Cinde, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Saat mencoba bunuh diri, korban mengenakan kaus dan jaket hoodie lengan panjang.
Baca juga: Istri Polisi Tewas Tergantung di Pintu Kamar, Sempat Telepon Suami: Mau Bunuh Diri
Baca juga: Sempat Telepon Suami Sebelum Bunuh Diri, Istri Polisi Tinggalkan Surat Wasiat: Sedang Hamil 4 Bulan
Percobaan bunuh diri ini mengakibatkan korban terluka dan tidak sadar.
Berdasarkan seorang warga yang jadi saksi mata, Irwanto (38) mengatakan, korban datang ke lokasi mengendarai motor Honda Beat warana putih dengan nopol S 4175 TI.
Setibanya di lokasi, Irwanto sempat melihat korban menelepon.
"Tiba-tiba dia naik ke atas pembatas, dan loncat dari jembatan," kata Irwanto kepada SURYAMALANG.COM.
Melihat aksi nekatnya itu, warga pun terkejut, dan kemudian beramai-ramai mencari korban di dasar jembatan.
warga sempat kesulitan menemukan korban karena bagian bawah jembatan penuh tumbuhan enceng gondok
"Korban loncat dari jembatan ke sungai. Saya tidak tahu kenapa kok begitu. Dia sudah dievakuasi ke rumah sakit," terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol M Sulkan mengatakan pihaknya sudah menghubungi pihak keluarga korban.
"Keluarga tidak tahu motif korban berbuat seperti itu. Keluarga baru tahu kalau korban lompat dari atas Jembatan Rejoto," kata Sulkan.
Menurutnya, korban selamat dan sudah sadar.
Baca juga: Ucapan Terakhir Briptu MI Sebelum Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Musholla: Saya Ingin Mati Saja
Baca juga: FAKTA BARU Siswi SMA Bunuh Diri, Bukan Gara-gara Depresi Tugas Sekolah Menumpuk, Tapi Karena Ini
"Kami masih menunggu dia pulih dari trauma agar bisa memberi keterangan terkait motif perbuatannya tersebut," ucap Sulkan.
Ditambahkannya, korban telah dievakuasi dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
"Kondisi korban dalam keadaan selamat dan sudah sadar. Kami menunggu bersangkutan pulih dari trauma agar bisa memberikan keterangan terkait motif dari perbuatannya tersebut," katanya.
Istri Polisi Bunuh Diri
Seorang mamah muda yang diduga tengah hamil nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Mamah muda itu juga diketahui merupakan istri dari seorang polisi.
Sebelum mengakhiri hidupnya, ia sempat menelepon sang suami dan mengatakan kalau ia akan bunuh diri.

Saat suaminya pulang, ia mendapati sang istri sudah terbujur kaku dengan kondisi menggantung di kusen pintu kamarnya.
Di dekat jenazah sang istri, ditemukan pula surat wasiat.
Surat wasiat itu berisi informasi bahwa dirinya tengah hamil 3-4 bulan.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari SuryaMalang.com Jumat (23/10/2020), mamah muda istri polisi itu ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di pintu kamar rumah di Jemur Wonosari Surabaya, Jumat (23/10/2020) sekitar pukul 12.20 WIB siang.
Baca juga: Polisi Ungkap Alasan Cai Changpan Bunuh Diri di Bogor, Benarkah Putus Asa ?
Baca juga: Depresi Ditinggal Suami ke Luar Negeri Setelah Melahirkan, Ibu Muda Bunuh Diri Minum Racun Tikus
Perempuan yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara mengenaskan itu berinisial NPA (23).
Ia diduga kehabisan nafas setelah melilitkan sebuah kabel ke leher yang digantung di kusen pintu kamarnya.
Saat ditemukan, kondisi jasad NPA terlihat kaku berdiri dan leher tertopang lilitan kabel.
Terlihat kaki NPA hanya berjarak sekitar dua cm dari lantai rumah.
Menurut salah seorang warga, penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh suaminya sendiri yang merupakan anggota Polri aktif yang berdinas di Polda Jatim.
"Suaminya polisi. Di Polda dinasnya," ujar warga yang tak mau namanya disebut.
Diketahui, suami korban sempat dihubungi suaminya sebelum mengakhiri hidup dengan cara tragis.
"Katanya tadi korban sempet telepon suaminya yang lagi dinas. Menyampaikan kalau mau bunuh diri. Pas pulang, ternyata benar kejadian," lanjutnya.
Sementara itu, Kapolsek Wonocolo, Kompol Masdawati saat dikonfirmasi memilih enggan menanggapi perihal kejadian dugaan bunuh diri yang menimpa NPA.
"Masih dicek,"singkatnya kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
>>https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/