Breaking News:

Rapid Test di Puncak

Rapid Test Massal Kembali Digelar di Puncak Bogor, 12 Wisatawan Dinyatakan Reaktif Covid-19

Rapid test massal dalam momen libur panjang di kawasan Puncak Bogor masih terus digelar, Sabtu (31/10/2020).

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Para pengunjung Puncak Bogor dalam momen libur paniang dites Covid-19 massal di Simpang Gadog, Puncak Bogor, Kamis (29/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Rapid test massal dalam momen libur panjang di kawasan Puncak Bogor masih terus digelar, Sabtu (31/10/2020).

Rapid tes massal yang menyasar para wisatawan Puncak Bogor ini dilakukan sebagai upaya Pemkab Bogor dalam pencegahan penyebaran virus corona di kawasan Puncak Bogor.

Untuk Sabtu ini, rapid test massal melibatkan 110 peserta rapid.

Didapati sebanyak 12 pengunjung Puncak Bogor reaktif Covid-19.

"Total yang dilakukan rapid test ada 110 orang, 12 di antaranya reaktif," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Intan Widayati, Sabtu.

Para wisatawan yang reaktif Covid-19 ini terdata berasal dari Jakarta, Bekasi dan Bogor.

"Paling banyak Jakarta soalnya ada rombongan. Tadi kebijakannya dari petugas disuruh kembali," kata Intan.

Diketahui, rapid test massal di Puncak Bogor sudah digelar sejak Kamis (29/10/2020) lalu.

Terhitung, sementara ini total pengunjung Puncak Bogor yang dinyatakan reaktif Covid-19 di momen libur panjang ini sudah mencapai 64 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mieke Kaltarina mengatakan bahwa para peserta rapid tes yang reaktif ini kebanyakan berasal dari luar Kabupaten Bogor.

Mereka yang kedapatan reaktif ini, kata Mieke, langsung menjalani tes swab di lokasi yang sudah disediakan.

Kemudian mereka akan disuruh kembali pulang untuk menjalani isolasi mandiri.

"Dan nanti mereka akan kembali lalu mereka akan menunggu hasil (tes swab). Karena sudah ada nama dan alamatnya, kita nanti akan kirim hasilnya dan kita akan berkoordinasi dengan Dinkes wilayah tempat mereka tinggal," ungkap Mieke Kaltarina.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved