Info Kesehatan

Cara Mengobati Kesemutan, Jangan Dibiarkan Bisa Jadi Gejala 7 Penyakit Ini

Kesemutan adalah sensasi yang membuat kulit seolah-olah merinding, mati rasa, geli, atau ditusuk jarum tanpa sebab yang jelas.

Editor: Ardhi Sanjaya
alodokter
ilustrasi kesemutan 

Beberapa penyakit infeksi virus dan bakteri yang menimbulkan gejala kesemutan di kaki dan tangan di antaranya penyakit lyme, herpes, cytomegalovirus, Epstein-Barr, dan HIV/AIDS.

7. Penyakit autoimun

Penyebab sering kesemutan juga bisa dipantik penyakit autoimun.

Penyakit autoimun dapat menimbulkan gangguan peradangan kronis. Beberapa penyakit autoimun yang menimbulkan gejala sering kesemutan di antaranya sindrom Guillain-Barre, lupus, dan rheumatoid arthritis.

8. Cedera saraf Kaki dan tangan sering kesemutan juga bisa jadi gejala penyakit karena cedera saraf.

Beberapa kondisi yang menyebabkan cedera saraf di antaranya saraf terjepit, saraf rusak, atau saraf hancur.

Selain kesemutan, cedera saraf dapat memicu nyeri. Salah satu biang yang kerap disepelekan adalah terkilir.

 Sering Dianggap Sepele, Kesemutan Ternyata Bisa Jadi Tanda Gangguan Kerusakan Saraf Tepi

Cara mengobati kesemutan berdasar penyebabnya

Melansir SehatQ, untuk mengatasi tangan dan kaki yang sering kesemutan kita harus mengetahui penyebabnya.

Oleh karena itu, kita memerlukan bantuan dokter untuk mengetahui metode penyebab dan metode pengobatan yang tepat.

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda secara lengkap, termasuk ada atau tidaknya trauma dan infeksi yang terjadi pada Anda baru-baru ini.

Bila perlu, dokter juga akan menanyakan riwayat vaksinasi, serta obat-obatan yang sedang atau pernah Anda konsumsi.

Bila pemeriksaan fisik tidak membuahkan hasil yang memuaskan, Anda mungkin akan dirujuk untuk menjalani beberapa tes.

Pemeriksaan tersebut misalnya tes darah, tes elektrolit, tes fungsi tiroid, pemeriksaan toksikologi seperti memeriksa kadar alkohol dan NAPZA dalam darah, vitamin, dan pemeriksaan kesehatan saraf serta sumsum tulang belakang.

Untuk menegakkan diagnosis, dokter juga bisa meminta Anda melakukan pemindaian dengan sinar X, CT scan, MRI, maupun ultrasound.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved