Kronologi ABG Bunuh Sahabatnya di Depan Ibu yang Lumpuh, Kesal Gara-gara Dibilang Jelek dan Miskin
Pasalnya sejumlah barang hilang, seperti tas korban berisi uang belanja harian RM 400 (Rp 1.3 juta) uang simpanan korban RM 2000 (Rp 6.9 juta) serta d
Penulis: Uyun | Editor: khairunnisa
Kronologi pembunuhan
Pagi itu, Athirah datang menemui Siti Nur Surya Ismail di rumahnya.
Perjumpaan itu membuat pelaku marah karena ucapan korban yang menyakitkan.
Keduanya bertikai hebat.
Kepada penyidik, Athirah membeberkan keburukan Siti Nur Surya Ismail yang acap mengejek kehidupan pribadi dan keluarga pelaku.

Pelaku tak terima ibunya yang hanya bekerja sebagai tukang cuci dan ayahnya hanya bekerja kampung dihinakan oleh korban.
"Tersangka mengaku korban suka mengejek dengan mengatakan dirinya (pelaku, red) tidak cantik dibanding korban."
"Itu yang menjadi pemicu tersangka tidak mempunyai teman pria atau pacar. Polisi masih menyidik motif lain pembunuhan," katanya.
Baca juga: Buang Bu Guru Ngaji ke Sumur, Pelaku Sempat Berbuat Ini di TKP Sebelum Kabur, Kain Hitam Jadi Bukti
Adli mengatakan dalam pertikaian itu, korban dan pelaku sempat saling jambak.
Rambut pelaku ternyata masih ada di genggaman tangan korban.
Sehingga memudahkan polisi untuk mengidentifikasi pelaku pembunuhan.
"Kita juga yakin terjadi pertikaian korban dan pelaku karena kita menemukan beberapa helai rambut dalam genggaman korban," ucap dia.

Tak hanya itu, korban sempat mengigit tangan pelaku sebagai langkah perlawanan diri.
"Terdapat beberapa bekas lebam termasuk gigitan di lengan dan badan tersangka sebelum ditahan untuk penyidikan lanjut," ucap polisi.
Karena tak tahan, tersangka kemudian mengambil pisau dapur dan menusukkannnya berkali-kali ke tubuh korban.