Breaking News:

Bertahun-tahun Bungkam, Anak Akhirnya Ungkap Perbuatan Jahat Ayahnya : Rusak Kehormatan Saya

Kalakuan tak senonoh seoran anak kepada putrinya bertahun-tahun akhirnya terbongkar. Korban tak tahan lagi akhirnya cerita ke ibu.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: khairunnisa
Trubun Lampung/Dody Kurniawan
Ilustrasi/ Lama bungkam, anak akhirnya bongkar kelakuan ayah. 

Bahkan kabarnya korban saat ini tengah hamil anak kedua.

Kasat Reskrim Polres Banyuasin, AKP Ikang Adi Putra mengatakan, saat ini korban hamil anak kedua dengan usia kandungan tujuh bulan.

Terungkapnya kasus tersebut ketika DS memberanikan diri melaporkan ayahnya ke polisi.

Tak hanya ayah, sang ibu, GS (36) juga turut dilaporkan korban.

Usut punya usut, korban juga ternyata mendapat perlakuan kekerasan yang diduga dilakukan oleh orang tuanya.

Kini, kedua orang tua DS telah ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Banyuasin.

Mereka dijerat pasal 81 ayat (1) serta (3) dan pasal 80 ayat (1) Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

"Pelakunya merupakan orangtua kandung korban," jelasnya.

Kronologi

Ikang mengatakan, peristiwa itu berawal pada 2018 lalu ketika DS tengah sendirian di rumah.

Ilustrasi pelecehan seksual (Trubun Lampung/Dody Kurniawan)

Kala itu DS dirudapaksa oleh ayah kandungnya hingga akhirnya melahirkan anak.

Diketahui anak DS kini telah berusia dua tahun.

Korban tak berani buka suara lantaran pelaku kerap menganiayanya.

Selain itu, pelaku juga mengancam korban hingga akhirnya DS tak berani melaporkan apa yang telah dialaminya.

Selang beberapa waktu, korban kembali dirudapaksa hingga hamil anak kedua.

"Selama hamil korban diurut dan dianiaya oleh pelaku (EM) dengan tujuan agar kehamilan korban bisa gugur. Korban yang tak tahan lagi akhirnya melapor dan keduanya ditangkap," kata Ikang, Selasa (15/12/2020).

Sementara itu GS yang merupakan ibu korban kesal melihat korban kembali hamil tanpa mengetahui siapa pelakunya.

Diduga GS yang marah akhirnya menganiaya DS hingga babak belur.

DS terpaksa bungkam karena berada di bawah ancaman pelaku.

Korban diancam akan dibunuh jika buka suara.

Untuk itu korban tak berani mengungkapkan siapa pelaku yang menghamilinya itu.

"Sehingga pelaku GS yang emosi akhirnya melakukan penganiayaan terhadap korban yang mengakibatkan beberapa luka memar di hampir sekujur tubuh korban," ujarnya.

"Dari hasil kronologis dan penangkapan, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui keberadaan tersangka dan barang bukti.

Kemudian pada hari Senin tanggal 14 Desember 2020 pukul 13.00, Satreskrim berhasil mengamankan pasutri ini," tambah Ikang seperti dilansir dari Sriwijaya Post.

(TribunnewsBogor.com/Serambinews)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved