Ditangkap Polisi, Wanita yang Sebut 'Polisi Dajal Tangkap Habib Rizieq' Mulutnya Dikenal 'Pedas'

Wanita berinisial RW warga Cibungbulang, Kabupaten Bogor ditangkap polisi karena menyebarkan ujaran kebencian.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Soewidia Henaldi
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Rumah RW (53), wanita yang ditangkap polisi dari Polda Metro Jaya di rumahnya di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor karena menyebarkan ujaran kebencian soal Polri. 

"Tadi pagi jam 07.00 WIB dia (suami) pergi. Kalau kemarin dia ada di rumah. Kalau tidak salah dia kan wajib lapor ke Polda Metro Jaya," ujar seorang warga yang namanya minta tidak disebutkan.

Dimata warga, RW dikenal baik dan suka berbagi makanan ke tetangga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (30/1/2020)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (30/1/2020) (KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)

"Orangnya baik. Dia itu suka ngasih makanan ke warga walaupun sedikit tapi sering. Dia mah baik. Kemarin dia bikin bubur kemudian langsung dikasih ke tetangga," ujarnya.

Meski demikian kata warga tersebut, RW memiliki watak yang keras.

Jika bicara kadang suka menyinggung perasaan orang lain.

Baca juga: Sejumlah Massa Demo di Kantor-Kantor Polsek Pasca Habib Rizieq Ditahan, Kapolres Bogor : Kondusif

"Tapi memang orangnya mulutnya agak pedas kalau sama orang. Padahal orangnya baik. Tapi kalau kesal sama orang, mulutnya sangat pedas," katanya.

Warga itu mencontohkan, jika ada sampah tersumbat di aliran dengan rumahnya, RW langsung marah sama orang.

Pendatang

RW diketahui bukan warga asli Kampung Al-Barokah.

Dia merupakan pendatang dan sudah 10 tahun tinggal di kampung tersebut.

"Dia itu di sini tinggal berdua sama suaminya. Dia dari Jakarta terus pindah ke sini. Sudah sekitar 10 tahunan. Dia pindahan," kata warga tersebut.

Anak-anak RW selama ini memilih tinggal di Jakarta.

Terkait aktifitas keseharian, warga menjelaskan bahwa RW sebagai ibu rumah tangga dan suaminya bekerja sebagai pengusaha keripik.

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12/2020) dini hari. Rizieq Shihab ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 terkait kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta pada 14 November lalu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12/2020) dini hari. Rizieq Shihab ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 terkait kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta pada 14 November lalu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

"Sehari-hari dia mah tidak bekerja. Tapi kalau suaminya dagang keripik singkong. Dia menjualnya masuk ke warung-warung," kata warga.

Hobi Main TikTok

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved