Breaking News:

Digerebek Saat Layani Pelanggan, PSK Ini Disetubuhi dan Diperas Oknum Polisi, Sebulan Rp 500 Ribu

Digerebek sebelum bercinta dengan pelanggan, PSK ini malah disetubuhi dan diperas oknum polisi.

Tribun Jabar
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Nasib sial dialami seorang wanita di Denpasar.

Peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga pula, tampaknya tepat untuk menggambarkan nasib yang dialaminya.

Mengapa tidak, wanita yang awalnya bekerja sebagai pegawai hotel ini diberhentikan dari pekerjannya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia pun memutuskan untuk menjajakan diri sebagai pekerja seks komersil (PSK).

Sialnya, saat menjadi PSK ia justru dirudapaksa oleh oknum polisi.

Tak sampai di situ, ia juga kerap dijadikan mesin ATM oleh oknum polisi tersebut.

Per bulannya, ia harus memberikan uang keamanan Rp 500 ribu.

Tak tahan karena dirudapaksa dan diperas, PSK itu pun kemudian memutuskan untuk membuat laporan ke kantor polisi.

Dilansir TribunnewsBogor.com SuryaMalang.com Jumat (18/12/2020), oknum polisi yang dilaporkan merupakan anggota Polda Bali berinisial RCN.

Sementara itu, PSK yang menjadi korban pemerasan yakni MIS berusia 21 tahun.

Baca juga: Suami Cerita Telah Habisi Nyawa PSK, Sang Istri Langsung Telepon Polisi

Baca juga: Pria yang Bunuh PSK usai Berhubungan Intim di Kamar Kost Ditangkap, Ini yang Dilakukan Istri Pelaku

MIS pun melaporkan dugaan pemerasan yang dilakukan oknum polisi itu ke Polda Bali, Jumat (18/12/2020), sambil didampingi kuasa hukumnya.

Kuasa hukum MIS, Charlie Usfunan menuturkan, MIS awalnya bekerja di sebuah hotel di kawasan Badung, Bali.

Namun, ia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Untuk bertahan hidup, kliennya memilih menjadi PSK.

MIS lantas menawarkan jasanya di aplikasi MiChat, sejak tiga pekan lalu.

"Korban punya masalah ekonomi dan terpaksa menjual diri melalui aplikasi Michat," katanya di Polda Bali, Jumat (18/12/2020).

Ilustrasi PSK
Ilustrasi PSK (Tribunnews.com/Ilustrasi)

Konologi

Charlie kemudian menuturkan, kasus dugaan pemerasan itu berawal ketika MIS melayani jasa seorang pria hidung belang pada Rabu (16/12/2020).

Usai memesan di aplikasi MiChat, keduanya kemudian bertemu di kamar indekos milik MIS di Denpasar.

Keduanya sepakat untuk melakukan hubungan suami istri di kamar kos tersebut.

Baca juga: 12 Tahun Jadi PSK, Wanita Ini Ungkap Alasan Suami Masih Suka Jajan Meski Punya Istri Cantik

Baca juga: Kesaksian Pak RW Soal Perilaku Keseharian PSK yang Tewas di Kontrakan, Keluar Kamar Kalau Ingin Ini

Namun setelah pria tersebut masuk dan hendak berhubungan badan, tiba-tiba saja seorang oknum polisi berinisial RCN menggedor pintu kamar kos MIS.

Saat pintu kos dibuka, RCN lantas menunjukkan kartu anggotanya dan mengancam akan membawa MIS ke kantor polisi.

"Sebelum berhubungan ada yang masuk dan mengaku anggota polisi dengan menunjukan tanda pengenal," kata dia.

Setelah memperlihatkan tanda pengenal, oknum polisi itu lalu mengusir calon pelanggan MIS.

Tak disangka, setelah calon pelanggannya pergi, kata Charlie, oknum polisi itu malah menyetubuhi MIS secara paksa.

Ilsutrasi PSK
Ilsutrasi PSK ()

RCN lantas mengambil ponsel milik MIS.

Setelah puas menyetubuhi MIS, oknum polisi itu lalu meminta uang sebesar Rp 1,5 juta untuk menebus ponsel tersebut.

Selain itu, RCN juga memeras MIS dengan dalih "uang keamanan".

"Awalnya meminta handphone dan setiap sebulan meminta setoran Rp 500.000," kata Charlie.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol Dodi Rahmawan membenarkan adanya laporan tersebut.

Baca juga: KRONOLOGI PSK Tewas Usai Berhubungan Badan di Kontrakan, Lampu Kamar Sengaja Dimatikan

Baca juga: Sudah Puas Bersetubuh, Pria di Bekasi Kalap Tusuk PSK Setelah Lihat Dompet Milik Korban

Korban, kata dia, sedang didampingi penyidik dari Subdit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan penyidik Bid Propam Polda Bali.

"Untuk menerima pengaduan dan melakukan proses sidik lebih lanjut," kata Dodi melalui pesan WhatsApp, Jumat.

(TribunnewsBogor.com/SuryaMalang.com)

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved