Breaking News:

Muncul Front Persatuan Islam Setelah FPI Dilarang, Ali Ngabalin : Apapun Namamu Kau Tak Ada Tempat

Ali Mochtar Ngabalin turut menanggapi soal munculnya Front Persatuan Islam. Ali Ngabalin menanggapi secara tegas soal deklarasi Front Persatuan Islam.

(Kompas.com/Kristian Erdianto)
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin turut menanggapi soal munculnya Front Persatuan Islam.

Ali Ngabalin menanggapi secara tegas soal deklarasi Front Persatuan Islam.

Ali Ngabalin bahkan mewanti-wanti generasi muda untuk tidak terprovokasi.

Melansir Kompas.com, Front Persatuan Islam ini dideklarasikan pada Rabu (30/12/2020), atau hanya beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan pembubaran FPI.

Ketua Umum FPI Shabri Lubis dan Sekretaris FPI Munarman termasuk dalam 19 orang yang mendeklarasikan perkumpulan baru tersebut.

Baca juga: Pengurus FPI Deklarasikan Front Persatuan Islam, Ini Tanggapan Polisi

Baca juga: Ahli Sebut Gugat ke PTUN adalah Cara Paling Elegan yang Bisa Ditempuh FPI

Selain itu, ada nama lain seperti Abu Fihir Alattas, Tb Abdurrahman Anwar, Abdul Qadir Aka, Awit Mashuri, Haris Ubaidillah, Idrus Al Habsyi, Idrus Hasan, Ali Alattas SH, dan Ali Alattas S.kom.

Lalu, Tuankota Basalamah, Syafiq Alaydrus, Baharuzaman, Amir Ortega, Syahroji, Waluyo, Joko, dan M Luthfi.

"Kepada seluruh pengurus, anggota dan simpatisan Front Pembela Islam di seluruh Indonesia dan mancanegara, untuk menghindari hal-hal yang tidak penting dan benturan dengan rezim dzalim maka dengan ini kami deklarasikan Front Persatuan Islam," demikian bunyi keterangan tertulis dari Front Persatuan Islam yang diterima Kompas.com, Rabu (30/12/2020) malam.

Baca juga: Muncul Ormas Pakai Nama Mirip FPI, Ini Kata Kapolri

Baca juga: Pengurus FPI Dirikan Front Persatuan Islam, Tidak Berbadan Hukum dan Tak Didaftarkan ke Pemerintah

Lewat Front Persatuan Islam, para deklarator menyatakan akan melanjutkan perjuangan membela agama, bangsa, dan negara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, seperti yang selama ini sudah dijalankan FPI.

Soal deklarasi Front Persatuan Islam ini, Ali Ngabalin menegaskan tak ada tempat bagi mereka.

Halaman
123
Penulis: Sanjaya Ardhi
Editor: khairunnisa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved