Kisah Gadis Desa Terbuai Janji Palsu Marinir Gadungan, Acara Lamaran Berakhir Duka : Ditunggu 2 Hari
Kisah gadis desa terbuai janji palsu TNI gadungan. Korban dijanjikan bakal dinikahi, sampai sudah siapkan sapi dan kambing.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
SY mengungkapkan bahwa dirinya mulai dekat dengan pelaku pada bulan September.
"Awal mulanya kan deket bulan September, pas waktu hubungannya dia serius, pertamanya katanya tunangan dulu aja, tapi pas bulan Oktober akhir dia bilang yaudah langsung nikah aja," katanya.
Saat itu, RY janji akan membawa artis ternama Nikita Mirzani dan jaksa terkenal.
"Nah disana itu kan udah ada perjanjian tanggal 14 November itu lamaran, dia mau bawa keluarganya, terus mau bawa Nikita Mirzani, sama kan dia ngakunya ibunya Jaksa di Jakarta Timur dan ayahnya pemilik tambang batu bara di Kalimantan. Dia katanya mau bawa Nikita Mirzani sama jaksa-jaksa yang terkenal kaya gitu," terangnya.
Baca juga: Ngaku Anggota Brimob, Polisi Gadungan Ini Kelabui dan Curi Mobil Korbannya
Baca juga: Minta Uang Tebusan Rp 50 Juta, Anggota BNN Gadungan Diciduk
Setelah itu, keluarga SY pun melakukan berbagai persiapan untuk menerima lamaran.
Keluarga SY bahkan sampai membeli seekor sapi dan dua ekor kambing.
Namun, saat ditunggu RY tidak kunjung datang.
"Pas tanggal 14 kan wajar orang kampung, yang gak ada diada-adain, kaya masakan, terus keluarga sudah pada kumpul, sodara sudah pada kumpul. Pas ditunggu gak dateng, dia alasannya katanya mau ke Geopark dulu, abis itu baru ke rumah saya, keluarga saya sudah beli satu ekor sapi, sama dua ekor kambing," katanya.
Kemudian SY kembali mencoba menghubungi RY.
Namun ternyata nomor telepon RY tak dapat dihubungi.
"Pas ditungguin dua hari gak ada, pasa tanggal 16 itu masih bisa dihubungin, pas tanggal 16 akhir itu udah gak aktif nomernya. Kita kan jadi was-was, kita ingin nanyain kebenarannya gimana," jelasnya.
Hingga akhirnya SY mencari RY ke Parungkuda.
Sebelumnya, RY mengaku memilik tempat tinggal di daerah tersebut.
"Kita maksain datang, saya diantar sama bibi saya, katanya kan dia ngomong punya rumah di Parungkuda dekat stasiun. Udah nanya juga ke RT RT nya kurang lebih disana lebih 1 jam gak ada katanya, gak ada," ujarnya.
"Akhirnya kan jalan satu-satunya kita datang aja ke rumah saudaranya, kebetulan saya juga pernah diajak main kesana. Kebetulan di sana ada neneknya, dan di sana saya tahu bahwa dia bukan anggota TNI dan dia juga pengangguran katanya belum kerja," tambahnya.
(TribunnewsBogor.com/TribunJabar)