Breaking News:

Suasana Terkini di Kawasan Markaz Syariah Habib Rizieq Puncak Bogor

pasca Front Pembela Islam (FPI) dilarang oleh pemerintah dan juga lahan Markaz Syariah sekaligus Pesantren milik Habib Rizieq Shihab

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pintu Masuk Markaz Syariah sekaligus Pesantren Alam Agorkultural Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor (Dok. 10 November 2020). 

Beberapa laskar berada didekat portal pintu masuk ke area markas yang masih berjarak 3 KM.

Baca juga: Muncul Front Persatuan Islam Setelah FPI Dilarang, Ali Ngabalin : Apapun Namamu Kau Tak Ada Tempat

Sejumlah anggota laskar lain terlihat berada di bangunan dua lantai pos pantau berkaca gelap tepat di samping pintu gerbang masuk itu.

Di bangunan itu juga tertulis, 'Markaz Syariah, Pesantren Alam Agrokultural Megamendung, tamu wajib lapor.'

Para laskar di depan pintu gerbang Markaz Syariah ini tampak terus memantau siapapun yang mendekati pintu markas maupun warga yang melintas.

Sesekali mereka juga memfoto siapa pun yang mereka nilai terlihat mencurigakan di sekitar pintu gerbang masuk itu.

Sementara untuk aktifitas keluar masuk kendaraan dari markas terpantau tidak begitu banyak bahkan terkesan sepi.

Diketahui, terkait lahan Markaz Syariah yang disoal, warga sekitar hingga bupati enggan berkomentar.

Baca juga: Ahli Sebut Gugat ke PTUN adalah Cara Paling Elegan yang Bisa Ditempuh FPI

"Aduh saya belom ini (bisa komentar) deh, sensitif banget itu mah," kata Ade Yasin saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Rabu (30/12/2020) lalu.

Permintaan pengosongan lahan oleh PT Perkebunan Nusantara VIII ini rupanya tidak hanya untuk Markaz Syariah, tapi juga kepada seluruh okupan di wilayah Hak Guna Usaha (HGU) PTPN VIII Gunung Mas.

Belum diketahui pasti area lahan mana saja yang dimaksud.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved