Kisah Pilu 2 Siswi Terjebak Rayuan Mantan Satpam, Serahkan Kehormatan hingga Janji Dinikahi

Mantan satpam sekolah yang kini jadi pembina pramuka ini tega menyetubuhi dua siswi di bawah umur dengan janji akan dinikahi.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Kolase
Ilustrasi siswi SMP disetubuhi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sekolah harusnya bisa jadi tempat yang aman bagi anak-anak.

Namun nyatanya pengawasan ketat tetap harus dilakukan orangtua agar anaknya benar-benar aman.

Sebab tak bisa dipungkiri, ada saja oknum di sekolah yang memiliki niat jahat kepada para siswa.

Bukannya mendidik para siswa dengan baik, oknum pembina pramuka ini diduga malah melakukan persetubuhan pada korban yang masih berusia di bawah umur.

Korbannya pun tak hanya satu, sejauh ini sudah ada dua siswi SMP yang menjadi korbannya.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku mengiming-imingi korban dengan uang dan janji akan dinikahi.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com Senin (18/1/2020), pelaku berinisial Mjw (35) merupakan warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

MJW diamankan aparat Polres Ngawi karena diduga melakukan persetubuhan dengan remaja di bawah umur yang baru berusia 16 tahun.

Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya mengatakan, pelaku yang merupakan mantan satpam di sekolah tersebut bahkan dilaporkan telah melakukan tindak persetubuhan kepada 2 korban yang masih duduk di bangku sekolah.

"Korbannya ada 2, pelaku ini dulunya bekerja sebagai satpam sekolah," ujar Winaya, melalui rilis resmi, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Tega Cabuli Anak Tiri Sampai 5 Kali, Pelaku : Saya Khilaf

Baca juga: Setelah Pesta Miras, Tukang Nasi Goreng di Serang Ajak Teman Cabuli Siswi SMP

Dalam modus mencari korban, kata Winaya, pria yang berstatus duda beranak 5 tersebut memanfaatkan posisinya yang menjadi pembina pramuka di salah satu sekolah yang ada di Ngawi.

Untuk membujuk para korban, pelaku diketahui memberikan barang seperti ponsel, pakaian, pulsa, sepatu dan kebutuhan korban lainnya.

"Pelaku memberikan janji-janji akan dinikahi dan menggunakan uang sebagai sarana bujuk rayunya, atau dibelikan jam dan sepatu," imbuh dia.

Pelaku sempat bersembunyi di rumah salah satu keluarganya ketika mengetahui akan diamankan polisi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved