Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tabur Bunga dari Atas Kapal, Suasana Haru Terasa
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1/2021), sekitar pukul 14.40 WIB
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Susana haru menyelimuti acara tabur bunga yang dilakukan oleh keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air pada Jumat (22/1/2021).
Dalam tayangan Kompas TV, nampak keluarga korban menabur kelopak bunga ke perairan dari atas kapal.
Terlihat pula seorang pria berbaju batik yang menutup wajahnya seperti sedang menangis, setelah itu matanya yang basah mengarah ke lautan luas.
Keluarga korban bersama Tim manajemen Sriwijaya Air dan Tim SAR serta awak media bertolak dari dermaga JICT II, Tanjung Priok menuju Pulau Lancang dan Pulau Laki menggunakan KRI Semarang.
Acara tabur bunga dilakukan untuk memberi penghormatan kepada para korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) lalu.
Ada 37 orang perwakilan korban yang mengikuti acara tabur bunga pada saat itu.
Acara tabur bunga oleh keluarga korban dilakukan setelah operasi SAR pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ditutup.
Keputusan penghentian operasi SAR tersebut diambil pada Kamis kemarin, setelah pencarian selama 13 hari.
Operasi SAR seharusnya berakhir pada 15 Januari lalu, kemudian diperpanjang tiga hari hingga 18 Januari, dan kembali diperpanjang sampai Kamis kemarin.
Namun, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melanjutkan pencarian bagian dari kotak hitam (black box), yakni memori cockpit voice record (CVR) yang belum ditemukan.
Baca juga: Operasi Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Dihentikan, Tim DVI Polri Tetap Identifikasi Korban
Baca juga: Pencarian Dihentikan, Ini 15 Korban Sriwijaya Air yang Belum Ditemukan, Captain Afwan hingga Balita
Baca juga: Kisah Romantis Korban Sriwijaya Air SJ 182, Jenazahnya Terindentifikasi Tepat di Tanggal Jadian
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri sudah berhasil mengidentifikasi total 47 korban.
Proses identifikasi bagian tubuh yang ditemukan masih berjalan.
“Kami dari tim DVI Polri tetap melakukan operasi DVI karena kami sudah menerima 62 data antemortem dari keluarga, jadi masih tetap, karena laporan hanya 62, artinya laporan orang hilang yang melaporkan pada tim DVI antemortem,” ujar Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko.
Dari 47 korban yang telah teridentifikasi, 35 jenazah di antaranya telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1/2021), sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/pencarian-pesawat-sriwijaya-air-sj-182-yang-jatuh-di-sekitar-perairan-kepulauan-seribu.jpg)