Sriwijaya Air Jatuh

Ada Bayi 7 Bulan, Ini Daftar 4 Korban Jatuhnya Sriwijaya Air yang Belum Teridentifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) sudah berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenazah jenazah penumpang korban Sriwijaya Air SJ-182.

TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pemulangan lima jenazah korban Sriwijaya Air SJ182 yang merupakan satu keluarga, langsung disalatkan di Masjid Al Hikmah, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Pontianak Kalimantan Barat, Minggu 24 Januari 2021. Jenazah Toni Ismail, Rahmawati, Ranti Windani, Yumna Fanisya Tuzahra, dan Athar Rizky Riawan kemudian dimakamkan dalam satu liang lahat di Pemakaman Tanah Wakaf Majelis Taklim Babussalam yang tidak jauh dari rumah korban. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sejauh ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) sudah berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenazah penumpang korban Sriwijaya Air SJ 182.

Dari jumlah korban teridentifikasi yang tercatat hingga Jumat (29/1/2021) atau hari ke-21 proses identifikasi korban Sriwijaya Air SJ 182.

Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan kini tersisa empat jenazah korban Sriwijaya Air SJ 182 yang dalam proses identifikasi.

"Yang belum teridentifikasi, pertama atas nama Arkana Nadhif Wahyudi (7 bulan), kedua Razanah (57), ketiga Dania (2), dan terakhir Panca Widia Nursanti (46)," kata Rusdi di RS Polri Kramat Jati, Jumat (29/1/2021).

Bila mengacu manifes penumpang Sriwijaya Air, Arkana tercatat duduk satu kursi dengan Rizki Wahyudi (26) yang teridentifikasi pada Selasa (16/1).

Dania tercatat duduk satu kursi Supianto yang teridentifikasi pada Kamis (14/1), Razanah dalam manifes di nomor 16, lalu Panca Widia dalam manifes di nomor 14.

"Itu nama-nama korban yang sampai sekarang, empat korban tersebut belum teridentifikasi dari 62 korban yang ada," ujarnya.

Meski belum teridentifikasi, Rusdi memastikan proses pencocokan data DNA antemortem dengan postmortem yang dilakukan belum berhenti.

Baca juga: Cerita Pilu Istri 3 Kali Mimpikan Almarhum Suami, Setelah Jatuhnya Sriwijaya Air : Senyum Bahagia

Tim DVI masih berupaya melakukan proses rekonsiliasi yang merupakan fase IV dalam proses identifikasi DVI, dalam kasus ini lewat pencocokan DNA.

Beda dengan dua parameter lain dalam DVI yakni sidik jari dan gigi, data DNA postmortem dapat didapat dari berbagai bagian tubuh korban.

Hanya saja proses identifikasi lewat pencocokan sampel DNA antemortem dengan postmortem lewat uji laboratorium ini butuh waktu cukup lama.

"Untuk seluruh korban yang telah teridentifikasi sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Seluruhnya telah diserahkan kepada keluarga," ujarnya.

Daftar 58 korban yang sudah teridentifikasi

Terbaru, tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban pada Jumat (29/1/2021).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved