Info Kesehatan
Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 Harus Pakai Oximeter di Rumah, Ini Fungsinya Kata WHO
Rekomendasi penilaian klinis, termasuk pertimbangan keputusan masuk rumah sakit dan unit peratan intensif (ICU).
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengeluarkan panduan terbaru terkait penanganan Covid-19.
WHO menganjurkan pasien Covid-19 yang isolasi mandiri di rumah memiliki oximeter.
Hal ini tertuang dalam pedoman tata laksana Covid-19 WHO yang diperbarui pekan lalu, Senin (25/1/2021).
Dalam pedoman berjudul "Covid-19 clinical management: living guidance" di laman resminya, WHO mengatakan ada lima rekomendasi terbaru, yakni:
1. Rekomendasi penilaian klinis, termasuk pertimbangan keputusan masuk rumah sakit dan unit peratan intensif (ICU).
2. Rekomendasi penggunaan alat oximetri nadi di rumah sebagai bagian dari paket perawatan.
Baca juga: Kisah Anak Yatim Piatu Sembuh dari Covid-19, Dijemput Dinas Sosial hingga Puluhan Orang Ingin Adopsi
Baca juga: Sebelum Divaksin Covid-19 Perlu Tidur Cukup, Ini Alasannya Menurut Ahli
3. Rekomendasi bersyarat untuk posisi terjaga atau awake prone positioning saat gejala parah.
4. Rekomendasi menggunakan dosis antikoagulan tromboprofilaksis daripada dosis menengah atau terapeutik pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, dan menggunakan anti-koagulan dosis rendah untuk mencegah pembekuan darah.
5. Rekomendasi penggunaan paket perawatan (didefinisikan sebagai tiga atau lebih praktik berdasarkan bukti yang disampaikan bersama-sama dan secara konsisten untuk meningkatkan perawatan) yang dipilih secara lokal oleh rumah sakit atau ICU dan disesuaikan seperlunya untuk keadaan lokal pada pasien dengan COVID-19 kritis (sangat kepastian rendah).
Baca juga: Hati-hati, Masalah Lidah dan Mulut Bisa Jadi Gejala Baru Covid-19, Ini Penjelasan Ahli
Baca juga: Kenali 15 Gejala Covid-19 yang Wajib Diwaspadai, Simak Penjelasannya
Menyoroti poin nomor 2 - pasien Covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri di rumah harus menggunakan oximeter nadi ( pulse oximeter)-, juru bicara WHO Margaret Harris mengatakan bahwa, hal ini agar pasien dapat mengukur kadar oksigen secara mandiri.
"Sehingga Anda dapat mengidentifikasi apakah saat (isolasi mandiri) di rumah kesehatan memburuk atau lebih baik dirawat di rumah sakit," jelas Harris dalam pengarahan PBB di Jenewa seperti dilansir Reuters, 26 Januari 2021.
Dilansir Global News, oximeter akan membantu pasien Covid-19 memantau kadar oksigen.
Saat level oksigen pasien terdeteksi menurun, mereka dapat dibawa ke rumah sakit.
Oximeter biasanya berukuran kecil dan bisa dibawa ke mana saja.
Baca juga: Jika Laki-laki Terinfeksi Covid-19, Peneliti Sebut Bisa Rusak Kesuburan dan Kualitas Sperma
Alat ini dipasang di ujung jari untuk mengukur tingkat oksigen dalam darah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/happy-hypoxia.jpg)