Info Kesehatan

Jangan Remehkan ! Tanda Terinfeksi Virus Corona Bisa Dilihat dari Kulit, Ini Ciri-cirinya

Sebuah pakar medis dari Spanyol menyebutkan, setidaknya ada 3 tanda penderita Covid-19 yang bisa diamati dari kulit di tubuhnya.

Editor: Tsaniyah Faidah
Pixabay.com
Tanda terinfeksi virus corona bisa dilihat dari perubahan kulit 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tanda seseorang terinfeksi virus corona rupanya bisa terlihat dari kulit.

Pada beberapa orang, kulit akan menunjukkan tanda-tanda apabila tubuh telah terjangkit Covid-19.

Ciri-ciri tersebut bisa dikenali atau bisa diamati dari perubahan di kulit.

Sebuah pakar medis dari Spanyol menyebutkan, setidaknya ada 3 tanda penderita Covid-19 yang bisa diamati dari kulit di tubuhnya.

Lecet kulit bisa menjadi salah satu tanda pertama infeksi Covid-19, sebuah penelitian baru mengungkapkan.

Kondisi seperti chilblains, ruam dan letusan seperti gatal-gatal semuanya bisa menjadi gejala awal dari virus corona baru, muncul sebelum batuk klasik, demam atau hilangnya rasa atau bau.

5 Gejala yang Sering Muncul saat Terinfeksi Covid-19, Mulai dari Demam, Jangan Anggap Sepele !

Penelitian dilakukan oleh staf medis di Rumah Sakit Universitas 12 de Octubre di ibukota Spanyol Madrid dengan anggota Klinik Salamanca.

Laporan tersebut menambahkan bahwa kondisi kulit ini "kemungkinan merupakan manifestasi pertama yang terkait dengan Covid-19".

Selama penelitian, yang baru-baru ini diterbitkan dalam The American Journal of Surgical Pathology, kedua institusi medis tersebut menyumbangkan 25 sampel dari pasien antara 7 dan 13, dan 28 dan 83 tahun selama gelombang pertama antara 20 Maret dan 25 April.

Rumah sakit tersebut mengatakan: "Lima jenis manifestasi kulit terdaftar yang 11 di antaranya adalah lesi akroiskemik atau chilblains, sembilan eksantema atau ruam, dua proses purpura yang teraba, satu ruam seperti gatal-gatal, dan dua non-spesifik."

Orang yang Pernah Positif Covid-19, Kemungkinan Tidak Akan Terinfeksi Lagi Selama 6 Bulan

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa keberadaan virus dalam sel endotel dapat mengaktifkan “mekanisme yang memicu peradangan yang menyebabkan lesi dermatologis”.

Para ahli mengatakan bahwa sebagian besar lesi kulit ditemukan di kaki dan ekstremitas bawah tubuh, meskipun ada beberapa kasus tertentu yang ditemukan di tangan.

Para peneliti tidak menemukan korelasi antara lesi kulit dan "tingkat keparahan kondisi pernapasan yang disebabkan oleh infeksi".

Menurut siaran pers, meski semua pasien dalam penelitian ini menunjukkan gejala Covid-19 pada saat pengambilan sampel, hanya sembilan dari 25 kasus yang dikonfirmasi dengan tes PCR.

Tim peneliti mengatakan: "Dari sembilan pasien yang dikonfirmasi, tujuh terkait dengan kelompok ruam dengan gejala pernapasan klasik yang meliputi demam, batuk, dan dispnea.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved