Kota Bogor Beberkan Perbedaan Data Covid-19, Sekda : Harusnya Kita Tidak Merah

Sekeda Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati membeberkan beberapa perbedaan data Covid-19 di Kota Bogor dengan Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pus

Tayang:
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati membeberkan beberapa perbedaan data Covid-19 di Kota Bogor dengan Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Sri Nowo Retno mengatakan bahwa zonasi kewaspadaan wilayah yang ditetapkan pusat berdasarkan data skoring di aplikasi BLC ( bersatu lawan Covid). Ada 14 indikator.

Dari 14 indikator tersebut ada yang tidak sinkron.

"Seperti contohnya kematian  periode 1 - 7 feb seolah-olah ada kenaikan 68 dari  minggu sebelumya di BLC 46 menjadi 114, padahal realnya periode 1 - 7 februari kematian 15 orang, Minggu lalu data di BLC kenaikan kasus positif 4000 dalam seminggu, padahal ini akumulasi data lama," ujarnya.

Sebelumnya pada Senin (8/2/2021) Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat ditemui di Balaikota juga menyampaikan hal yang sama.

Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa selama ini rupanya banyak data yang tidak update.

"Kenapa Kota Bogor melonjak saya harus sampaikan ini, karena ternyata situ BLC (Bersatu Lawan Covid) ini atau allrecord yang pusat itu ada data yang disimpan tidak muncul, katakanlah sebulan yang lalu seharusnya kita ada sekian posotif tapi disini masih nol tapi kemudian disimpan tiba-tiba kemudian dicemplungin semua berapa hari terakhir sehingga terjadi lonjakan," jelas Bima.

Untuk memperbaiki dan pembenahan data kata Bima pihaknya sedang melakukan singkronisasi dan komunikasi denhan satgas pusat sehingga data yang di BLC dan Allrecord bisa singkron dengan data real di Kota Bogor.

"Makanya Kota Bogor sekarang masih dinyatakan sebagai kota merah padahal paparan pak gubernur Kota Bogor nomer tiga yang paling patuh terhadap penggunaan masker di Jawa Barat Kota Bogor juga ketersediaan tempat tidurnya membaik sekarang ya waktu itu sempat agak tinggi, jadi dalam segala hal relatif membaik tapi masih tinggi, kenapa? karena ada data yang  terakumulasi yang baru dimasukan oleh allrecord ini," katanya.

Untuk mendapatkan data real jumlah sebaran poasitif yang masih sakit atau sudah sembuh kata Bima pihaknya melalui tiga pilar Babinsa dan babinkamtibmas berkordinasi dengan lurah untuk update real time.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved