Temukan Mbah Maridjan, dr Hastry Ngaku Merinding Lihat Jasad Juru Kunci Merapi: Tubuhnya Ketutup Abu
Mbah Maridjan, sang juru kunci Gunung Merapi ini meninggal dunia jadi korban letusan Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010.
Penulis: Uyun | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Diduga, saat Gunung Merapi meletus, Mbah Maridjan tengah tidur.
"Mbah Maridjan waktu itu posisinya sedang istrirahat," ungkap dr Hastry.
"Karena posisi tidur, jadi keliahtannya kayak lagi bersujud. Padahal dia itu lagi menahan menekuk, karena ketegangan seluruh tubuhnya. Jadi kayak lagi bersujud padahal tidak," paparnya lagi.

Saat Gunung Merapi meletus, Mbah Maridjan memang sempat menolak untuk dievakuasi.
Hal itu karena Mbah Maridjan merasa bertanggungjawab sebagai juru kunci Gunung Merapi.
Mengenai kondisi jasad Mbah Maridjan, dr Hastry mengaku sempat merinding.
Pasalnya, jasad dan tubuh Mbah Maridjan saat ditemukan sudah dalam keadaan tertutup abu panas.
• Tafsir Mimpi Meninggal Dunia Menurut Pandangan Islam - Kumpulan Arti Mimpi
• KNKT Ungkap Kronologi Lengkap Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh, Ini Percakapan Terakhir Captain Afwan
"Kondisi jenazah seperti apa?" tanya Denny Darko,.
"(tubuhnya) kena abu panas semua," jawab dr Hastry.
"Abu panas itu kayak abu putih biasa tapi panas?" tanya Denny Darko masih penasaran.
"Iya," jawab sang dokter forensik.

Saking semua tubuh tertutup debu panas, tubuh Mbah Maridjan dan korban Gunung Merapi yang lain pun seperti mumi yang terbujur kaku.
Bahkan untuk bisa mengidentifikasi apakah jenazah itu merupakan Mbah Maridjan, dr Hastry sampai harus mengerok semua debu panasnya.
"Terus tubuhnya sendiri gimana?" tanya Denny Darko.
"Tubuhnya juga ketutup abu panas begitu. Kayak patung mumi, putih," ucap dr Hatsry.