Ternyata Ini Alasan Kenapa Dilarang Main Ponsel saat Berada di SPBU, Bisa Picu Kebakaran ?

Ponsel, menurut Eko, tidak didesain dan tidak memiliki sertifikasi khusus untuk digunakan di area berbahaya tersebut.

Editor: khairunnisa
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
ILUSTRASI - SPBU di Jalan KS Tubun sudah beroperasi kembali, Rabu (24/10/2018). 

Sebaliknya, pengelola SPBU juga bisa merugi apabila takaran yang dikeluarkan melebihi jumlah yang dibayarkan konsumen.

Sedikit berbeda pendapat dengan Yuyu dan Harry, Eko Kristiawan Unit Manager Communication Relation & CSR Pemasaran Region III atau MOR III PT Pertamina mengatakan di area SPBU, terutama di dekat area dispenser pengisian BBM, memiliki potensi paparan uap yang mudah terbakar.

Temani Maell Lee dari Nol Kini Dicerai, Tangis Intan Pecah Dituding Selingkuh: Aku Gak Kayak Gitu

Ramai Diisukan Meninggal Dunia, Armand Maulana Ungkap Kondisinya Saat Ini : Alhamdulillah Ya Allah

Ponsel, menurut Eko, tidak didesain dan tidak memiliki sertifikasi khusus untuk digunakan di area berbahaya tersebut.

"Sehingga diatur agar tidak mengoperasikan telpon seluler dalam jarak yang masih berpotensi membahayakan," jelas Eko melalui pesan singkat kepada KompasTekno.

Eko mengatakan sejauh ini, belum ada penelitian empiris untuk membuktikan bahwa menggunakan ponsel bisa memantik apik saat pengisian BBM.

"Secara penelitian empiris belum ada pembuktian karena faktor di lab dan kondisi di lapangan sangat dinamis," kata Eko.

Senada dengan Eko, Yuyu juga mengatakan sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan dugaan sinyal atau radiasi ponsel, memicu percikan api ketika mengisi BBM.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Alasan Mengapa Ada Larangan Main Ponsel Saat Berada di SPBU", Klik untuk baca: https://tekno.kompas.com/read/2021/02/12/14030057/ini-alasan-mengapa-ada-larangan-main-ponsel-saat-berada-di-spbu?page=all#page2.
Penulis : Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Editor : Yudha Pratomo

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved