Breaking News:

Ganjil Genap Kota Bogor

Pengendara Moge Ngaku Tak Tahu Ada Ganjil Genap, Bima Arya : Apapun Alasannya

Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menerangkan ada 12 pengendara dalam rombongan moge yang viral.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
3 pengendara moge dikenakan sanksi maksimal karena pakai plat nomor ganjil di tanggal genap 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pengendara moge yang lolos pemeriksaan ganji genap di Kota Bogor berdalih tak tahu aturan yang berlaku.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menerangkan ada 12 pengendara dalam rombongan moge yang viral.

Menurutnya, ada 3 pengendara yang melanggar aturan ganjil genap di Kota Bogor.

"Kami berhasil mengidentivikasi dan mengumpulkan semua 12 pengendara dan diidentivikasi tiga orang menggunakan plat ganjilnya," katanya di Balaikota Bogor.

Ketiga pengendara motor gede (moge tersebut adalah  Harvadi yang menggunakan nomer polisi 2271 kemudian Fairurohman menggunakan moge dengan bomer polisi 5177 dan Tanu menggunakannnomer polisi 6289.

Ketiganya langsung digiring ke posko Satgas Covid-19 di Komplek Balaikota Bogor, jalan Ir H Djuanda.

Para pengendara moge tersebut dibawa menggunakan truk Pemburu Pelanggar PPKM dengan menggunakan gantungan bertuliskan 'pelanggar PPKM'.

Saat ditanya petugas Satpol PP yang melakukukan pemeriksaan ketiganya mengaku tidak mengetahui bahwa hari Jumat juga ditetapkan aturan ganjil genap.

"Enggak tau pak, saya kira hanya akhir pekan Sabtu - Minggu," kata Tanu seorang pengendara moge.

3 pengendara moge dikenakan sanksi maksimal karena pakai plat nomor ganjil di tanggal genap
3 pengendara moge dikenakan sanksi maksimal karena pakai plat nomor ganjil di tanggal genap (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Di lokasi yang sama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan pihaknya mengapresiasi Kapolresta Bogor Kota yang begerak cepat melakukan identifikasi.

"Karena sudah menjadi kepedulian dan perhatian publik saya bisa merasakan bagaimana warga merasa ada yang tidak adil ada yang didenda disuruh putar balik sementara ini terkesan dibiarkan jadi saya apresiasi pak Kapolresta dengan jajaran denagan sangat cepat bisa mengidentifikasi," kata Bima.

Terkait sanksi yang diberikan walaupun para oengendara mebgaku tidak mengetahui ada aturan ganjil genap Bima menjelaskan bahwa aturan yang ada tetap harus ditegakkan.

"Ya apapun itu kalau minggu lalu mungkin masih kita arahkan untuk putar balik ya nah tapi minggu ini kan sudah hampir seminggu lebih ya jadi apapun alasannya aturan itu tetap berlaku," katanya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved