Info Kesehatan

Vitamin C Tidak Efektif Kurangi Gejala Covid-19, Ternyata Ini Manfaat Sebenarnya saat Pandemi Corona

Studi ini merupakan penelitian pertama yang menguji keefektifan penggunaan zinc dan vitamin C untuk mengobati Covid-19.

Editor: Tsaniyah Faidah
Miguel Á. Padriñán/Pixabay
Vitamin C tidak efektif mengobati pasien Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Vitamin C dan zinc rupanya tidak berpengaruh untuk meredakan gejala Covid-19.

Ini berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan oleh Cleveland Clinic di JAMA Open Network pada Jumat (12/2).

Studi ini merupakan penelitian pertama yang menguji keefektifan penggunaan zinc dan Vitamin C untuk mengobati Covid-19.

Melansir Cleveland, mengobati pasien Covid-19 dengan Vitamin C dan zinc tidak mengurangi keparahan atau durasi gejala mereka.

Di awal pandemi Covid-19 terdapat spekulasi terkait Vitamin, suplemen, atau obat tertentu untuk mencegah atau mengobati gejala.

Para ahli mengambil langkah hati-hati dengan tidak merekomendasikan pengobatan tambahan apa pun karena belum ada data yang mendukung.

Kemudian pada April 2020 peneliti memulai uji coba terkait Vitamin C dan zinc untuk mengobati pasien Covid-19.

Baca juga: Siap-siap, Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua Akan Digelar, Simak Ini 4 Metode Pelaksanaannya

Membantu sistem kekebalan tubuh

Zinc dipilih karena dapat membantu sistem kekebalan melawan bakteri dan virus. Sementara itu Vitamin C dipilih karena terbukti bermanfaat bagi sistem kekebalan.

Uji coba secara acak melibatkan 214 pasien Covid-19 yang dibagi menjadi 4 kelompok, dengan masing-masing mendapatkan pengobatan khusus selama 10 hari. Berikut pembagiannya:

  • Kelompok pertama menerima zinc dosis tinggi
  • Kelompok kedua menerima Vitamin C dosis tinggi
  • Kelompok ketiga menerima zinc dan Vitamin C
  • Kelompok keempat menerima perawatan standar.

Studi ini tidak melibatkan pasien yang dirawat di rumah sakit. Semua peserta dirawat secara rawat jalan. Pasien rata-rata berusia 45,2 tahun dan hampir 62% adalah perempuan.

Peneliti mengakhiri uji coba pada Oktober 2020 karena Vitamin C dan zinc tidak mengurangi keparahan gejala pasien atau durasi gejala tersebut.

Baca juga: Kemenkes Izinkan Penyintas Covid-19 Divaksin, Ini Syaratnya

Dosis yang digunakan

Melansir Fox News, Jumat (13/2), setiap pasien mendapatkan 50 miligram zinc dosis tinggi untuk dikonsumsi pada malam hari. Ada yang mendapatkan 8.000 miligram Vitamin C yang diminum beberapa kali sepanjang hari.

Data menunjukkan sebagian besar pasien mengalami gejala ringan, dengan sangat sedikit yang menderita kasus parah. Hasil antara lain sebagai berikut: pasien mencapai penurunan gejala 50% setelah 6,7 hari dengan perawatan biasa 5,5 hari jika diobati dengan Vitamin C 5,9 hari dengan zinc 5,5 hari untuk pengobatan kombinasi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved