Sindiran Pedas Andi Mallarangeng Tuding KLB Demokrat Abal-abal, Max Sopacua Bereaksi: Anda Dipenjara
Diakui Max, Andi Mallarangeng seharusnya tidak diperbolehkan lagi masuk ke Partai Demokrat. Hal itu lantaran Andi pernah dipenjara atau kasus hukum.
Penulis: khairunnisa | Editor: Damanhuri
"Tidak ada satu orangpun yang bisa mengatakan bahwa saya keluar dari Partai Demokrat, termasuk kalau saya dipecat oleh Partai Demokrat. Hanya pengadilan yang boleh memutuskan Max Sopacua itu dikeluarkan atau dipecat dari Partai Demokrat," kata Max Sopacua.
Menohok, Max Sopacua pun menyindir Andi Mallarangeng.
Baca juga: Uji Coba Lawan Timnas Indonesia U-23 Batal, Gustur Cahyo Soroti Kesiapan Panitia Penyelenggara
Baca juga: Mutasi Baru Virus Corona dari Inggris Lebih Mudah Menyebar, Ini Cara Melindungi Diri dari B.1.1.7
Diakui Max, Andi Mallarangeng seharusnya tidak diperbolehkan lagi masuk ke Partai Demokrat.
Hal itu lantaran Andi pernah dipenjara atau terkena kasus hukum.
Pun diakui Max, gara-gara kejadian Andi Mallarangeng dipenjara itu, Partai Demokrat jadi hancur.
"Pak Andi sebenarnya tidak boleh masuk dalam Partai Demokrat. Karena Anda baru keluar dari penjara. Orang yang keluar dari penjara itu jangan masuk ke politik lagi. Karena Anda dipenjara itu lah yang menghancurkan Partai Demokrat pada waktu itu," sindir Max Sopacua.
Karenanya, Max meminta Andi untuk sadar diri.
"Saya minta Pak Andi sadar. Bahwa orang-orang yang duduk di dalam partai itu harus bersih. Anda jangan mengatakan saya sudah keluar, Anda yang tidak boleh duduk di Partai Demokrat lagi," sambung Max.
Kembali ke persoalan tentang KLB, Max mengatakan bahwa yang punya hak suara adalah DPC, bukan dirinya maupun Andi Mallarangeng.
"Pak Andi mengatakan kami orang luar, memang betul kalau kita berbicara KLB. Kami tidak ada suara, Andi Mallarangeng juga tidak ada suara, yang pemilik suara itu DPC yang punya suara. Dan kalau itu memenuhi persyaratan, kenapa KLB tidak bisa berjalan ?" ujar Andi Mallarangeng.
Baca juga: Cerita Cut Keke 14 Tahun Jadi Istri Kedua, Maia Estianty Syok Dengar Perlakuan Istri Pertama
Baca juga: Angin Kencang Terjang Lima Kampung di Bogor, Sebanyak 88 Rumah Rusak
Mendengar sindiran Max Sopacua, Andi Mallarangeng hanya tersenyum.
Andi lantas membalas Max dengan tetap sinis pada KLB inisiasinya itu.
"Dalam sistem kepartaian Indonesia, satu orang itu hanya bisa menjadi anggota dari satu partai. Jadi kalau seseorang sudah keluar dari partai, maka dia tidak bisa lagi bicara tentang partai tersebut," pungkas Andi Mallarangeng.
"Yang begitu basi ditanggapi. Silahkan saja Pak Andi," pungkas Max Sopacua.
"Kalau mau buat KLB, syaratnya sesuai atau tidak, sesuai dengan AD-ART, menghormati enggak AD/ART. Orang yang mau buat KLB itu harus ada alasannya," kata Andi Mallarangeng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/mmaxso.jpg)