Lama Bungkam, Pengakuan Menyedihkan Keluar dari Mulut Gadis ABG Ini, Polisi Geram : Aku Benci Ayah !
Seorang ayah di Jakarta Utara tega menodai putri kandungnya saat istri bekerja. Pelaku beraksi berulang kali.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kelakuan busuk seorang ayah terhadap putri kandungnya di Jakarta Utara akhirnya terbongkar.
Pria berusia 52 tahun itu dilaporkan telah menodai putri kandungnya berulang kali.
Pelaku, Djamaludin mengaku melakukan aksinya selama setahun ke belakang.
Ia beraksi menodai korban yang masih berusia 16 tahun ketika istrinya bekerja.
Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara AKP Andry Suharto mengatakan, pelaku terakhir beraksi pada tanggal 6 Maret 2021 kemarin.
Dilansir dari TribunJakarta.com, Djamaludin berhenti beraksi saat korban datang bulan.
"Perbuatan tersebut telah dilakukan pelaku berulang-ulang kali sejak tahun 2019 hingga terakhir tanggal 6 Maret 2021 dan tidak dapat terhitung berapa kali," kata Andry di Mapolres Jakarta Utara, Rabu (10/3/2021).
"Perbuatan cabul terhadap korban tidak dilakukan pelaku bilamana korban sedang menstruasi atau haid," tambahnya.
Baca juga: Cabuli Sekretaris, si Bos Baru Sadar Pasca Dipenjara, Putuskan Mualaf & Disunat : Hati Saya Terenyuh
Baca juga: Perkosa Pacarnya di Kamar, Pelaku Keraskan Suara Musik Saat Korban Minta Tolong
Terungkapnya kelakuan pelaku berawal dari curhatan korban.
Selama setahun belakangan, korban J tak dapat berbuat banyak ketika sang ayah melakukan aksinya.
Ia pun hanya bisa menutup rapat aksi keji ayahnya tanpa berani cerita ke siapapun.
Hingga akhirnya ia memberanikan diri bercerita ke orang lain.
Orang pertama yang mendengar cerita pilu ini ialah rekan J di tempat praktik kerja lapangan (PKL) di salah satu instansi.
"Pada hari Sabtu tanggal 6 Maret 2021, korban terakhir dicabuli oleh pelaku. Pada saat korban sedang melakukan PKL di salah satu instansi pemerintah, korban bercerita kepada kawannya," kata Andry.

Kepada rekannya tersebut, J mulai mengungkapkan bahwa dirinya membenci sang ayah.