Mayat dalam Plastik

Setahun Tak Bertemu, Zahra Kaget Temannya Jadi Korban Pembunuhan Berantai di Bogor

Tak terkecuali teman dekat almarhumah, Zahra (22), yang tak menyangka mendengar kabar tersebut.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
Istimewa TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kasus pembunuhan berantai di Bogor terungkap. Pelaku bawa korban pakai ransel gunung sebelum akhirnya korban dibuang. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CARINGIN - Wafatnya perempuan inisial EL (23) asal Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang menjadi salah satu korban pembunuhan berantai meninggalkan luka mendalam bagi keluarga.

Tak terkecuali teman dekat almarhumah, Zahra (22), yang tak menyangka mendengar kabar tersebut.

EL menjadi salah satu korban pembunuhan dari dua korban perempuan dari tersangka MRI (21) yang ditangkap pada Rabu (10/2/2021) kemudian kasus itu dirilis polisi pada Kamis (11/3/2021).

"Aku terakhir ketemu udah lama, ada setahun gak ketemu," kata Zahra saat ditemui wartawan di Caringin.

Dia mengaku kaget mendengar kabar duka yang melibatkan temannya itu.

Zahra juga mengaku bahwa EL merupakan orang yang baik.

Bahkan EL juga dikenal tidak memiliki musuh satu pun dalam aktifitas sosialnya.

"Kaget, orangnya baik. Setahu aku gak punya musuh, waktu sering main juga, gak punya musuh dia," kata Zahra.

Dia mengatakan bahwa EL memang sudah menikah namun sudah lama cerai dengan suaminya.

Terpisah, Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan bahwa modus yang dilakukan pelaku MRI di TKP pembuangan Gunung Geulis ini hampir sama dengan TKP pertama di Cilebut, Kota Bogor.

"Hampir sama dengan (temuan mayat korban) yang di kota yaitu berkenalan melalui media sosial, kemudian mereka bertemu, berkencan dan dilakukanlah pembunuhan ini," kata AKBP Harun di lokasi, Kamis (11/3/2021) sore.

Pembunuhan sendiri, kata dia, dilakukan di salah satu penginapan di kawasan Puncak Bogor dengan cara pelaku mencekik korban.

"Langkah selanjutnya kita berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota, kita bekerja sama terkait penyidikan perkara ini karena tersangkanya sama, pelakunya sama, kita akan melakukan penyidikan dan pemeriksaan tersangka dan mengumpulkan barang bukti lainnya.

Diketahui, kasus ini terungkap setelah polisi menangkap pelaku pembunuhan siswi SMA berinisial DP yang ditemukan dalam plastik sampah hitam di Jalan Raya Cilebut, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kemudian belakangan diketahui bahwa pelaku ini juga merupakan pelaku yang sama dengan kasus temuan mayat janda muda berinisial EL (23) yang ditemukan pada Rabu (19/3/2021) pagi di pinggir jalan kawasan Gunung Geulis, Desa Pasir, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

"Tidak hanya (sampai) sekitar dua minggu melakukan, kemudian tersangka kembali melakukan ( pembunuhan). Ini adalah termasuk dalam kaitan serial killer atau pembunuhan berantai dan ada kecendrungan untuk menikmati dengan meninggalnya korban tersebut," tambah Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved