Anton Medan Meninggal

Anton Medan Siapkan Makam di Pesantren Bogor, Anak Ungkap Alasannya : Kalau Lu Pada Lupa

Lokasi makam tersebut kemudian dibangun sedemikian rupa seperti dilengkapi atap dan dikeliling tembok berlapis keramik.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Lokasi makam almarhum Mubalig Ramdhan Effendi atau Tan Hok Liang atau Anton Medan di samping Masjid Jami At Tam Kok Liong di area Pondok Pesantren At-Taibin, Kampung Bulak Rata, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sebelum wafat, Mubalig Ramdhan Effendi atau Tan Hok Liang atau Anton Medan sudah sejak lama menentukan lokasi pe makamannya.

Bahkan lokasi makam untuk dirinya sendiri ini sudah ditunjuk belasan tahun lalu yakni di dekat masjid dan pesantren yang dia bangun di Kampung Bulak Rata, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Lokasi makam tersebut kemudian dibangun sedemikian rupa seperti dilengkapi atap dan dikeliling tembok berlapis keramik.

Salah satu anak almarhum Delly Viki Ramdani mengaku ingat betul perkataan ayahnya terkait alasan kenapa ayahnya ingin di makamkan di sana.

Alasannya, Anton Medan ingin didoakan banyak orang termasuk oleh para santrinya nanti.

"Alasannya, kalau lu pada gak ngedoain gua, biar santri gua yang ngedoain," terang Delly Viki Ramdani menirukan perkataan almarhum ayahnya kepada wartawan di rumah duka, Senin (15/3/2021).

Dia mengatakan bahwa memang perkataan almarhum ayahnya itu terkesan bercanda namun dia serius.

"Ya kalau bapak kan gitu ngomongnya, kalau lu pada lupa, kan gua masih punya santri katanya," tuturnya.

Lokasi makam yang Anton Medan itu ternyata sudah ditunjuk lebih dulu sebelum masjid dan pesantren dibangun.

Hal ini dikatakan oleh Sekjen Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Nur Hakim Kandow.

"Beliau nentuin makam dulu, baru masjid lalu pesantren. Ini beliau sendiri yang bangun," kata Nur Hakim Kandow.

Dia menjelaskan almarhum mengumpulkan uang untuk membangun pesantren dan masjid dari hasil berbagai usaha.

Bahkan para napi dan santrinya juga dilibatkan dalam usaha-usaha Anton Medan ini mulai dari usaha pengelasan, percetakan, peternakan hingga studio band.

"Ya ini udah takdir ya, kita sebagai PITI ya mendoakan beliau semoga amal ibadah selama ini diterima di sisiNya dan ditempatkan di tempat yang laik. Untuk keluarganya yang ditinggalkan semoga tabah," ungkap Nur Hakim.

Diketahui, Mubalig Ramdhan Effendi atau Tan Hok Liang atau Anton Medan meninggal dunia di usia 64 pada Senin (15/3/2021) sekitar pukul 14.50 WIB setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Almarhum meninggalkan 12 orang cucu dan 7 orang anak.

Rencananya almarhum akan di makamkan pada Selasa (16/3/2021) besok di area Pesantren At-Taibin yang dia bangun tepatnya di samping Masjid Jami At Tam Kok Liong yang sudah almarhum siapkan jauh-jauh hari.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved