Breaking News:

Kecelakaan Maut di Sumedang

KNKT Ungkap Temuan Baru Soal Kecelakaan Bus di Sumedang, Rem Overheat

Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan memberikan beberapa hasil temuan KNKT di lokasi kejadian.

Editor: Vivi Febrianti
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Kondisi terkini bus yang masuk jurang di Jalan Raya Wado-Malangbong, Dusun Cilangkap, RT 01/06, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Rabu (10/3/2021). 

Selanjutnya pengemudi mengocok rem, memastikan dapat gaya pengereman.

Padahal dengan mengocok rem, malah menurunkan tekanan udara di air tank.

“Jika tekanan udara di air tank kurang dari 7 bar, maka tidak bisa mendorong spring yang ada di pedal. Yang dirasakan pengemudi pedal rem dan kopling jadi keras (mbanggel),” ucapnya.

Kemudian karena panik, pengemudi berusaha memindahkan gigi ke posisi rendah tanpa menginjak kopling.

Wildan mengatakan, hal ini fatal karena transmisi synchromesh tidak akan mau bekerja, sehingga pasti masuk ke gigi netral.

“Upaya semua pengemudi ketika kecepatan makin tidak terkendali karena gigi netral, pedal rem keras, adalah menarik tuas hand brake. Tapi itu sia-sia saja karena kampasnya sudah overheat,” kata dia.

Wildan menjelaskan, pada sistem pengereman Full Air Brake (FAB) ketika hand brake ditarik, seharusnya gardan belakang akan mengunci dan menjadi emergency brake.

Seharusnya bisa menahan laju bus jika kampasnya tidak mengalami overheat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Temuan Baru KNKT Soal Kecelakaan Bus di Sumedang, Rem Overheat"
Penulis : Muhammad Fathan Radityasani
Editor : Agung Kurniawan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved