Breaking News:

Info Kesehatan

Disuntik Vaksin Covid-19 saat Bulan Ramadhan, Bikin Puasa Batal Gak? Ini Kata MUI

MUI menegaskan bahwa Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 mengenai vaksinasi covid-19 saat bulan Ramadhan, apakah bisa membatalkan puasa atau tidak

Ist
ilustrasi disuntik vaksin Covid-19 -- Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menjalani vaksinasi Covid-19 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (10/3/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Majelis Ulama Indonesia ( MUI) menegaskan bahwa Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 mengenai vaksinasi covid-19 saat bulan Ramadhan sudah melalui pertimbangan yang matang, dibarengi dengan dalil-dalil serta dasar hukum yang kuat.

Karena itu masyarakat diminta tidak ragu terhadap agenda vaksinasi covid-19 pada bulan Ramadhan.

"Kalau tidak ikuti fatwa, mau ikuti siapa lagi? Masyarakat harus menerima menaati fatwa," ujar Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin AF dalam pernyataan yang diterima Tribun, Kamis(18/3/2021).

Hasanuddin menuturkan vaksinasi melalui proses suntik pada bulan puasa atau saat orang sedang berpuasa tidak membatalkan ibadah shaum yang sedang dijalankan.

"Kecuali kalau dimasukkan melalui mulut, itu baru membatalkan puasa. Melalui suntik itu tidak membatalkan puasa," kata Hasanuddin.

"Jangan malas. Dianjurkan berpartisipasi dalam rangka menghindari penularan Covid-19," tambahnya.

Baca juga: Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Drive Thru di Bogor, Presiden Berharap Bisa Diterapkan di Kota Lain

Baca juga: Alasan Masih Bisa Terinfeksi Covid-19 Setelah Divaksin, Ini Kata Kemenkes

Dalam fatwanya, MUI juga merekomendasikan agar pemerintah dapat melakukan vaksinasi covid-19 pada saat Ramadan dengan memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa.

Pemerintah bisa melakukan vaksinasi pada malam hari terhadap umat Islam yang siangnya berpuasa.

Vaksinasi di siang hari dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik.

"Umat Islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah Covid-19," bunyi Fatwa MUI tersebut.

Sembilan hari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Bogor, tercatat sudah ada 2.263 orang atau 23,74% yang sudah di suntik vaksin Sinovac dari 9.533 sasaran.
Sembilan hari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Bogor, tercatat sudah ada 2.263 orang atau 23,74% yang sudah di suntik vaksin Sinovac dari 9.533 sasaran. (istimewa/Pemkot Bogor)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved